Arsip

Posts Tagged ‘TUBAN’

Turing Pendek : Muter-Muter Kuto Tuban

17 Januari 2014 3 komentar

pagi itu, Kamis (02/01/2014) kami (ane dan adek ane) bersiap untuk menjelajahi kota Tuban. jauh jauh hari ane sudah berencana untuk melakukan touring pendek mengelilingi kota Tuban jauh hari sebelumnya. Nah bertepatan musim liburan habis UAS pertama sekaligus untuk menuntaskan rasa penassaran ane terhadap kota kelahiran, ane dan adek ane sebenarnya memilih tanggal 1 januari namun si emak nglarang, ya uda deh manut dengan omongan si emak. akhirnya  baru hari esoknya Kamis ane berangkat.

keluar kecamatan soko

keluar kecamatan soko

kami mulai berkendara diatas motor bebek supra 125R menelusuri jalanan desa yang terlihat sudah berlubang  juga area persawahan yang rusak parah akibat dari banjir. kami memilih rute yaitu melewati Kec. Rengel- Kec.Plumpang-Kec.Semanding-Kota Tuban

kurang lebih sekitar 45 perjalanan kami sampai di Kota Tuban, dan berhenti di salah satu SPBU karena si Bebek minta minum. kemudian perjalanan berlanjut menuju Masjid Agung Tuban.

Foto ke(169)

Masjid Agung

Subhanallah. baru seumur ini ane bisa melihat langsung megahnya Masjid Agung Tuban yang menurut ane wow banget. dulu ane hanya bisa melihat dari sampul buku PAI waktu SMP namun alhamdulillah salah satu impian saya telah terwujud yaitu bisa melaksanakan sholat dan berfoto di Masjid Agung Tuban ini. setelah melakukan sholat dhuha dan berfoto ria di area Masjid. perjalanan kami pun dilanjutkan menuju Terminal Tuban, yang katanya sih terkenal indah soalnya berdiri di pinggir laut.

Foto ke(173)

Terminal Tuban

oh ya nawak di terminal Tuban ini juga ada semacam wisata gitu entah namanya apa ane lupa xixixixixi 🙂 🙂 🙂 seinget ane ada jalan yang dibuat dekat dengan laut sehingga kita bisa melihat indahnya. dan jalan ini berada di luar areal terminal. banyak pasangan remaja yang terlihat duduk santai dengan menikmati pemandangan laut. setelah dirasa cukup perjalanan kami pun berlanjut.

Foto ke(186)

Nah ini dia nawak salah satu tempat wisata yang juga terkenal di Kota Tuban yaitu Pantai Boom. ini kali ke dua ane maen ke pantai boom lagi seinget ane pertama kali ane maen kesini yaitu pas masih Tk yang waktu iyu ada rekreasi. yah terbilang sangat lama lah. dan ini merupakan salah satu tempat wisata yang unik bagi ane karena harga tiket lebih murah dibandingkan biaya parkir. coba bayangkan nawak harga tiket per orang yaitu Rp.1.500 sedangkan biaya parkir per motor sebesar Rp.3000(bisa buat beli tiket 2 orang hehehehe 🙂 🙂 ) di wisata ini lumayan nyawan karena adanya semacam bangunan seperti pos ronda yang dimanfaatkan para pengunjung untuk duduk santai  sambil menikmati pemandangan laut pantura ini. terlihat juga banyak para pemancing yang memasang kail pancingnya disini. hampir kurang lebih kami nongkrong disini suara deburan ombak dan terpaan angin semilir membuat kami enggan beranjak dari tempat itu.

Foto ke(188)

Lun Alun Kota Tuban

jam hape nukiyem menunjukan pukul 13.11, kami harus beranjak dari tempat itu untuk absen sholat Dzuhur dulu di Masjid Agung Tuban, namun ada baiknya jika kami mengisi perut kami yang mulai memberontak. untuk mengganjal perut akhirnya kami membeli cilok (pentol) didepan pintu masuk. mencari tempat nyaman makan cilok kami merapat ke alun-alun kota Tuban sambil berteduh dibawah rindangnya pohon beringin alun-alun kota.

Foto ke(189)

Goa Akbarr cuy!

setelah nyontreng absen sholat dzuhur di Masjid Agung Tuban, kami berinisiatif untuk mampir ke Goa Akbar terlebih dahulu sebelum meluncur pulang. tidak lumayan jauh jarak antara Masjid Agung dengan wisata alam Goa Akbar kira-kira 3-4 km lah. tiket masuk Goa Akbar terbilang sangat terjangkau cuman dengan uang Rp.4.000 kita bisa bertamasya mengelilingi Goa Akbar. emang bener kalau orang nyebut kota Tuban sebagai kota seribu goa mungkin goa akbar ini salah satunya. di dalam Goa akbar terdapat sumber air asli loh nawak! bisa diminum sih tapi kami hanya membasuh muka saja kagak berani nyoba minum.oh iya kalo ingin masuk ke goa akabar ane himbau pakai masker atau penutup hidung karena ada salah satu tempat di Goa Akbar yang terdapat sarang kelelawar  yang bau kotorannya bikin mual perut.

Foto ke(183)

ini merupakan kali pertama kami melakukan touring pendek biasanya setiap touring kami selalu di barengi sama kang Heri Setiawan  seperti touring kami tahun lalu di bendungan gerak dan air terjun nglirip. namun di touring kali ini ane melupakan untuk sowan ke  tempat peristirahatan eyang bonang. mungkin itu akan menjadi agenda di touring selanjutnya. jadi nantikan ceritanya saja nawak!!!

baca juga nawak :

Doaku Untuk Saudara Kenongosari \(‘-‘)/

19 Desember 2013 6 komentar

Alhamdulillah bisa nyoret lagi di blog usang yang sudah semingguan ane tinggal karena harus berteman dengan buku gara-gara UAS. ditengah suasana UAS yang tegang tersebut terselip kabar bahwa Desa  tercinta ane DEKENSA Desa Kenongosari terendam banjir. (12/15) hari ahad ane coba untuk menghubungi keluarga yang ada dirumah namun mereka bilang ini cuman banjir biasa dan mereka juga bilang kalau rumah belum terendam banjir hanya saja sebagian lahan persawahan mulai tergenangi air mendengar hal tersebut ane sedikit lega karena ane takut banjir besar pada penghujung tahun 2007 akan terulang kembali.

kondisi pertanian awal datangnya air banjir

kondisi pertanian awal datangnya air banjir pict : wahyudi rapper

ane kagak sempet tanya kabar lagi setelah itu karena harus fokus pada UAS dan tugas-tugas, dan ane berencana ahad depan buat pulkam jika UAS telah selesai. namun apa yang terjadi? ketika mengecek kabar berita di pesbuk ane sempet baca di status salah seorang nawak desa yang meng aplot sebuah pict tentang  kondisi ketinggian air bengawan solo yang terus naik. juga barusan ane  nongkrong di blognya kakak ane kang Heri Setiawan yang memposting mengenai terendamnya rumah ane. *SHOCK* itu pasti. bayangin aja nawak  ane sudah seneng seneng ingin pulkam sehabis UAS tapi kondisi kampung malah kebanjiran kayak gitu bukan seneng lagi tapi ngenes.

gambar rumah kerabat yang diintai banjir  sumber pict : wahyudi rapper

gambar rumah kerabat yang diintai banjir sumber pict : wahyudi rapper

Emang sih setiap musim hujan tiba desa ane mempunyai pelanggang setia yaitu banjir, namun untuk banjir besar seperti saat ini dan awal tahun 2008 lalu biasanya siklusnya 5 tahunan.  ane tadi juga sempet ngomong-ngomong lewat pesbuk dengan nawak dan ane tanya kondisi menjawab kalo kondisinya stabil alias ketinggian air masih tinggi, ane juga tanya ada akses gak kalo mo masuk ke desa Kenongosari? dia menyarankan lewat Desa Pandanwangi ato Desa Sandingowo soalnya ada transportasi perahu di situ.

salah seorang warga kenongosari yang mencoba menerobos derasnya banjir pict : wahyudi rapper

salah seorang warga kenongosari yang mencoba menerobos derasnya banjir pict : wahyudi rapper

untuk nawak nawak Kenongosari ane hanya bisa membantu dengan doa dari Ngalam city   :

Ya Allah ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami yang hina ini

Ya Allah jangan jadikan kami golongan yang kufur atas nikmat-Mu

Ya Allah  ane mohon berikanlah kesabaran dan ketabahan bagi saudara saudara ane yang sedang terkena musibah banji

Semoga dengan adanya banjir ini akan menambah rasa syukur  dan ketaqwaan kami atas nikmat yaang Engkau berikan.

dan kami mohon agar bencana ini dapat menghapus dosa dosa kami kepadamu ya Rabb. Amiiieen……….

 

dan untuk emak, mbak, adik dan keponakan kecilku Rama semoga tetap sabar dan tabah melewati ujian ini karena ane yakin Allah selalu menjaga kalian semua. Maap kalo setiap rumah kebanjiran ane tidak bisa disamping kalian dan ikut merasakan seperti yang kalian rasaka hehehehehe 🙂 🙂 🙂 🙂

baca juga nawak :

Met Hari Jadi Kota Tuban Ke-720

12 November 2013 Tinggalkan komentar

 

hari jadi tuban ke-720

hari jadi tuban ke-720

wah kagak tau nih ane kalau hari ini Kota kelahiran ane Kota Tuban merayakan hari jadinya yang ke-720 (wah ternyata uda tua banget wkwkwkwk 🙂 🙂 ) waktu buka twitter eh temen-temen pada uda  ngucapin hari jadi kota Tuban ke-720.

gapura_batas_kota

gapura_batas_kota

selamat hari jadi kota tercintaku walaupun sekarang ane tinggal di malang namun engkaulah kota pertamaku, kota kelahiranku, yang selamanya takkan tergantikan. semoga di umur yang ke-720 engkau menjadi kota yang lebih baik, lebih maju, dan lebih religius

blogger Tuban

blogger Tuban

ayo para arek-arek Tuban mari kita bangkit dan berjuang untuk membanggakan kota Tuban tercinta, buat semua orang tahu  kota Tuban bukan sekedar kota Tuak tetapi kota yang memiliki pontensi-potensi yang besar.

pict bonus :

Masjid Agung Tuban

Masjid Agung Tuban

#happy bornday Tuban Rezpector City ke-720

baca juga, Ker! :

Welcome to the world, DIPTA sayang…….!

26 Oktober 2013 2 komentar
keponakan perempuan ane : PRADIPTA SETYANA SYIFA

keponakan perempuan ane : PRADIPTA SETYANA SYIFA

Waduh agak telat nge-post nih! maapin pamanmu ya nduk hehehehehe 🙂 🙂 :), ini merupakan keponakan ke tiga ane, setelah dua keponakan laki-laki ane si bima dan si rama yang usianya kini sama-sama 3 tahun soalnya lahir di tahun dan bulan yang sama dan hanya selisih 25 hari saja. ane bahagia sekali mendengar kabar kalau Mbak Ratna (Istri Kang Heri Setiawan KHS) nglahirin bayi perempuan uda lama pengen punya keponakan perempuan solana kapok ane ngejagain 2 keponakan laki-laki ane yang liarnya kayak singa kelaperan apalagi kalo pas mereka maen bareng wuih tak bisa di bayangkan ayam tetangga banyak yang mati wkwkkwkwkwkwk 🙂 🙂 🙂 :), untungnya mereka terpisah antara jarak dan ruang si bima tinggal di Gresik bareng umi dan abinya sedangkan si Rama tinggal di Kenongosari Soko Tuban (Rumah ane) jadi mereka hanya bertemu kalo pas si bima  berkunjung kerumahnya do’e  (sebutan nenek untuk orang jawa) yaitu rumah ibu ane.

keponakan ane lahir pada hari Rabu, 16 Oktober jam 02.25 WIB, bb 2,8 kg dengan panjang 47cm ini kata KHS. namun yang paling unik yaitu saat proses kelahirannya yaitu ketika  Selasa (15/10) setelah sholat iedul adha Mbak Ratna kayak ngerasain kontraksi perut gitu . Nah karena takut kenapa-nap dengan kandungannya emak ane manggil kerabat ane yang perawat untuk ngecek kandungannya dan ternyata benar udah bukaan 1.
Berhubung Mbak Ratna ogah melahirkan di Tuban maka KHS pontang panting nyari  mobil carteran. Alhamdulillah setelah pontang panting dan mendadak ini menemukan mobil elf yang bisa di carter ke Gresik. ane pun ikut rombongan ke Gresik sekalian besokna berangkat ke alang tuk kuliah lagi. Alhamdulillah perjalanan 2 jam Tuban Gresik lancardan mobil langsung mengarah ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Langsung masuk lewat IGD dan opname sekalian  dan Alhamdulillah setelah menunggu sekitar 16 jam akhirnya si baby lahir dengan selamat dan normal baik Mbak Ratna maupun babynya dalam keadaan sehat dan selamat.

Ketika ane ngetik ini mungkin disana (Gresik) ada acara Aqiqoh tuk merayakan 7 hari pasca kelahiran sesuai sunnah Rosulullah SAW,  anak pertaama KHS dikasih nama BIMA SAKTI SETIA RABBANI namun ane sempet terima bocoran dari KHS untuk anak yang ke dua ini dinamakan             PRADIPTA SETYANA SYIFA         (maap kalo nulisna salah ya kang hehehehe  🙂 🙂 🙂 ) semoga kelak engkau menjadi seorang muslimah yang taat pada Allah SWT kepada Rosulullah kepada Umi mu Abi mu dan Keluargamu. dan berguna bangi Agama dan Negara.

cium jauh dari pamanmu fajri dan pamanmu af___________

Ngluyur ke air terjun nglirip dan bendungan gerak

3 November 2012 5 komentar

Ahad, 28 Oktober 2012 merupakan hari dimana touring kedua ane bertepatan dengan liburan idul adha . kalau dulu touring pertama ane ke kota ledre dengan tujuan wisata ke waduk pacal dan khayangan api. Sedangkan untuk  touring kedua ane akan berkunjung ke salah  satu tempat wisata yang terletak di kota bumi angling dharma Bojonegoro. Namun bukan di khayangan api maupun di waduk pacal seperti touring pertama ane, tetapi di salah satu tempat wisata yang  juga terletak di bojonegoro dan di Tuban. Yang bikin beda dari touring kali ini yaitu kita mempunyai 2 tujuan wisata yang dua-duanya terletak di kabupaten yang berbeda, yaitu tuban dan  bojonegoro.

Dua tujuan yang akan kita tempuh yaitu : yang pertama air terjun nglirip, yang terletak di kec. Singgahan kab. Tuban. Dan tujuan yang kedua yaitu bendungan gerak yang ada di kec.Kalitidu kab.Bojonegoro. karena dua tujuan itu membuat kami berangkat lebih pagi, oh…ya…, di touring kali ini kita ketambahan personil, jika dulu touring pertama ada kang heri+istri, dan ane+ adik ane sekarang ditambah kakak perempuan ane+ suami.

indahnya sumber mata air krawak

Setelah semua perlengkapan selesai, Jam 07.15 kami berangkat dan bersiap untuk membelah jalan raya. Kang heri  berada di depan soalnya motor pulsarnya dilengkapi GPS  yang akan memandu kami semua menuju ke tempat tujuan, di nomor dua ada kakak ipar ane mas hardi dengan Honda supra 125R merahnya, dan yang terakhir ada ane dengan sang creator (nama motor bebek Honda 125R warna putih ane). Tujuan yang pertama yaitu ke air terjun nglirip. Jarak yang ditempuh lumayan jauh , kami harus melewati beberapa pasar tradisional, sekolah, dan berbagai sarana umum untuk menuju air terjun nglirit, dan juga di sekeliling jalan yang kami lalui selalu memberikan pemandangan yang “wow” banget.

Namun Kami harus waspada soalnya banyak juga belokan tajam dan tanjakan maupun turunan yang curam dalam rute yang kami lalui. Dari belakang ane tengok kang heri berhenti berarti pertanda kita telah sampai di  air terjun nglirip, namun ketika ane liat-liat sekeliling, ane tak menjumpai air terjun maupun mendengar suara dari air terjun. Kemudia kang heri bertanya-tanya kepada salah  satu warga sekitar untuk menanyakan hal tersebut. Dari percakapan tersebut diketahui bahwa wisata air terjun nglirit  ditutup sementara waktu soalnya debit air yang berkurang yang menyebabkan air tidak mengalir untuk membuat  air terjun.

Agar tidak datang dengan sia-sia kang heri mengajak kami untuk mengunjungi sumber mata air yang tidak terlalu jauh dari lokasi air terjun nglirit. Kemudian kami menyalakan mesin motor kembali dan bergegas pergi dan akhirnya sampailah kita semua  di sumber mata air yang terletak disebuah hutan yang rindang . kemudian kami membeli karcis seharga rp.3000 harga tersebut sudah termasuk tiket masuk. memang benar di tempat ini air mengalir dari sebuah lubang yang ada di kali tersebut sehingga membuat aliran air yang panjang yang akan membuat air terjun, namun karena masih kmusimkemarau air yang mengalir tidak terlalu deras. Disini mata kita akan dimanjakan dengan pesona alam yang ada, hutan yang rindang, air yang jernih sungguh memukau setiap mata yang memandang. Tidak hanya itu Ternyata banyak juga warga sekitar yang menjalani aktifitas sehari seperti mencuci dan mandi disumber mata air ini yang terkenal dengan sumber mata air krawak.

Tak lupa kami pun berfoto ria untuk mengabadikan momen indah ini sambil sesekali main air yang sangat jernih tersebut yang jelas beda banget dengan sungai bengawan solo yang ada di desa ane yang warnanya keruh he…..he…….he……., bahkan kedua keponakan ane Rama dan Bima juga malah bugil untuk mandi di kali yang jernih itu. Setelah semua puas bermain air kami semua bersepakat  untuk menuju ketempat wisata yang kedua yaitu bendungan gerak di kab.Bojonegoro.

Kami pun harus kembali merasakan kelokan-kelokan, tanjakan, dan turunan untuk menuju ke kota bojonegoro, setelah menempuh jarak kurang lebih 40 KM akhirnya kami sampai di sebuah bangunan yang megah dan terdapat sebuah jembatan yang lebarnya kurang lebih 3m dan panjangnya kurang lebih 150m  yang membentang diatas sungai terpanjang di jawa(bengawan solo). Dengan penuh rasa heran dan kagum Kami semua pun melintasi jembatanyang indah tersebut ,ane sendiri gak nyangka kalau ada bangunan seperti ini di kabupaten bojonegoro.

Setelah asyik bersepeda sambil lihat-lihat dari atas jembatan, kami semua turun ke bawah jembatan untuk melihat lebih jelas tanggul dan beton-beton yang berdiri kokoh untuk membendung air bengawan solo itu. Tak di sangka juga ternya banyak juga pengunjung yang datang kesini, terlihat sekali banyak mobil dan motor yang diparkir di bawah jembatan. Oh ya  untuk masuk di wisata ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Bendungan yang baru di resmikan oleh kang yoto (bupati bojonegoro) pada tanggal 16 oktober 2012 yang berarti 12 hari sebelum  kita berkunjung dan Peresmian tersebut mengundang  wali band dan juga beberapa artis lokal.

Sama seperti di nglirip, disini kami berpose untuk berfoto-foto dengan bendungan sebagai backgroundnya.  Di sekitar bendungan  juga terdapat tenda-tenda para pedagang yang mereka bangun untuk menjajakan makanan mereka kepada para pengunjung yang datang kesini. Setelah asyik foto sana-sini, ini dan itu kami berencana pulang dikarenakan matahari semakin terik bersinar.  Motorpun kembali kami pacu suara deruan 3 motor menambah asyik suasana , tapi tunggu dulu sebelum pulang kang heri mengajak rombongan untuk mengisi perut di sebuah warung bakso di kota bojonegoro.Baru setelah bersantap ria  dan perut terisi kami pulang kerumah.

kemarau datang lagi!

24 September 2012 1 komentar

Panasnya bulan-bulan seperti saat ini mengakibatkan kekeringan terjadi di berbagai daerah di Indonesia, seperti halnya  di  provinsi Jawa timur kabupaten Tuban , di Tuban sendiri terdapat berbagai daerah yang mengalami kekeringan , contohnya  desa ane  ane yang juga terkena imbas dari musim kemarau tahun ini, namun Alhamdulillah  kekeringan yang terjadi tidaklah separah seperti yang ada di daerah –daerah lain. Jika di daerah yang  lain harud turun gunung dan naik gunung untuk mencari sumber mata air berbeda dengan warga di desa ane cukup hanya mengantri di sumur besar (sumur jubin warga kami biasa menyebutnya).

Antriannya pun tidak terlalu panjang mungkin hanya 5-6 orang yang mengantri beda dengan daerah lain yang antriannya panjang bahkan ada juga yang sampai 1km. ane dan keluarga ane pun terkena imbas kemarau tahun ini, mesin pompa air yang ada di rumah terpaksa tidak digunakan karena debit air yang menurun, dan terpaksa ane dan ibu ane mengambil air di sumur besar(ngangso, biasa orang kami menyebutnya)  namun syukur jaraknya begitu dekat 20m dari rumah namun walaupun begitu terasa berat.

Namun pekerjaan tersebut ane lakoni  cuma sehari saja, karena sumur pompa yang dirumah telah diperbaiki oleh bapak jadi ane tidak usah repot-repot bawa ember untuk ngangso lagi. Bila dibandingkan 2007-2008 tahun lalu kekeringan tahun ini tidak sebegitu parah tahun tersebut. Ditahun 2007-2008, kekeringan menyebabkan sungai bengawan solo mengalami surut yang luar biasa bahkan hingga kering dan hanya menyisakan kubangan-kubangan air. Namun di tahun ini kondisi sungai mengalami penurunan debit air yang lumayan banyak tapi tidak sampai kering kerontang seperti tahun 2007-2008 yang telah lalu.

Karena Kondisi sungai yang surut terus-menerus maka terbentuklah semacam pulau pasir itepi-tepi sungai bahkan ada juga yang terletak di tengah-tengah sungai,  ya…….seperti lautan pasir yang ada di gunung bromo itu (he…..he……he……). nah fenoma ini menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang, nah…., ketika mulai sore banyak orang-orang yang  bermain di sungai, mulai dari orang tua, remaja, dan anak-anak semua tumpah menjadi satu, ada yang maen bola, berenang, kejar-kejaran, mencari kerang, atau hanya sekedar duduk manis melihat sekeliling.

Namun saat ini ane belum pernah maen kesungai jika sore hari, soalnya ane sibuk membantu ibu dirumah, jika masih kecil dulu sih, tepat pukul 4 sore ane dan adhik ane langsung  pergi kesungai untuk maen bola bersama teman-teman. Kemudian berenang bersama-sama. Namun semua itu dulu, sekarang  kan sudah besar jadi harus bisa bantu-bantu ibu.

Oh ya, walaupun dalam keadaan kekeringan seperti ini, pra petani di desa ane masih sibuk menggarap sawah mereka, mereka tidak khawatir mengenai kondisi air karena sudah ada irigasi yang  akan menyalurkan air dari sungai ke sawah-sawah mereka. Itulah kegunaan irigasi di musim kemarau, jika di musim hujan irigasi tidak akan di opersikan dikarenakan air hujan sudah dapat mencukupi kebutuhan air untuk sawah para petani. Hal tersebut yang membuat sebagian warga desa kenongosari ini menjadi petani.

Nglayap nang khayangan api karo nang waduk pacal

20 September 2012 5 komentar

Izinkan ane lur, tuk berceloteh tentang touring ane di hari h+1 lebaran, ane bersama kakak  ane (kang heri setiawan) mempunyai rencana melakukan touring untuk sekedar melepas penat setelah seharian kemarin keliling kampung hanya untuk sekedar bersalaman dan mohon maaf kepada tetangga-tetangga. Setelah  disepakati bahwa kita akan berpetualangan di bumi angling dharma (bojonegoro) karena di kota tersebut denger-denger sih ada wisata khayangan api sama wisata waduk pacal. Setelah semua siap, kami berangkat menggunakan motor masing-masing, kang heri bersama anak dan istri menunggangi sang milestone-nya (sebutan untuk motor bajaj pulsar kang heri) sedangkan ane sama adik ane menunggangi  motor bebek Honda supra X 125 R alias sang creator, namun sayang untuk kakak ane yang perempuan kagak bisa ikut, katanya sih mau ke lamongan kerumah mertuanya untuk silaturrahim mumpung masih situasi lebaran.

Ya sudahlah gak apa-apa,setelah berparas sangar  dan semua safety  riding terpenuhi lalu meluncurlah kami untuk menuju kayangan api, perjalanannya sih biasa-biasa aja tapi jalanan agak padat soalnya banyak rider-rider laen yang berlalu-lalang maklum saja soalnya lebaran hari kedua yang masih dalam suasana silaturohim. Memasuki jantung kota bojonegoro jalanan masih lumayan padat namun ketika memasuki kawasan dander jalanan sudah kembali lancar, karena ane khawatir  bensin  kagak  cukup  terpaksa ane beli BBM di  SPBU Ngumpak Ndalem dan syukurlah antreannya tidak terlalu panjang. Setelah beli minum untuk sang creator  kami tancap gas menuju wisata pertama yaitu khayangan api, deru mesin pun terdengar dari  motor kami. Perjalanan mulai terasa menantang ketika memasuki  kawasan wisata khayangan api karena jaln yang rusak parah dan berlubang membuat kami kudu hati-hati dan waspada meskipun ane sudah berhati-hati namun  terkadang masih juga kena lubang.

Kira-kira  +  1 km sebelum  memasuki wisata khayangan api terdapat gapura yang bertuliskan “taman wisata khayangan api kecamatan Ngasem  kab Bojonegoro”. Tiket masuk wisata ini sangatlah murah kami berempat Cuma merogoh kocek rp.12000 jadi per orang dikenai biaya rp.3000. karena tiket yang terjangkau banyak sekali  para pengunjung yang memadati wisata tersebut.di wisata ini kami hanya berfoto ria  dengan berbagai objek yang ada, mulai dari paung dan juga api abadi. Disini tidak hanya terdapat api abadi saja tetapi ada juga air belerang yang jaraknya kira-kira 100 m dari api abadi atau yang lebih terkenal dengan sebutan air blukuthuk .  hanya satu jam saja kami di wisata ini, kemudian perjalanan kami lanjut menuju waduk pacal walaupun ane pake motor bebek  namun ane merasa enjoy.

Perjalanan menuju waduk pacal sangatlah seru bahkan lebih seru daripada perjalanan ke khayangan api soalnya medan yang dilalui sangatlah  menantang, mulai dari kelokan, turunan dan tanjakan yang behhhh…………ajib pokonya, dan juga eksotisnya hutan dan juga tebing  disekeliling jalan yang kami lalu yang membuat kami tercengang dengan keindahan alam ciptaan Allah inii. Kang heri sebagai leader perjalanan di posisi depan sedangkan kami berdua mengekorinya dari belakang. Yang membuat perjalanan makin seru yaitu kita semua belum pernah ke waduk pacal dan melalui  jalan ini, kang heri saja yang nota benenya sang  adventurer sejati yang  udah kesana kesini saja belum pernah kesini apalagi ane yang kerjaanya ngubek-ubek rumah mana pernah dolan  ke  waduk pacal. Namun syukurlah kang heri bawa GPS jadi bisa sampe deh ke waduk pacal.

Tak jauh berbeda dengan khayangan api disini harga tiket per orang dibanderol seharga  rp.3.000, sangat terjangkau bukan? Setelah memarkir sang creator ane dan rombingan bergegas menuju waduk yang menjadi judul lagunya kang yoto itu. Dan subhanallah ane kagak ngira kalu bojonegoro punya bangunan bersejarah kayak waduk pacal ini. Dilihat dilihat dari bentuk bangunannya sih seperti  bangunan tempo doeloe pada waktu zaman belande  (sok tau) bukanya sok tau nih lur tapi  disalah satu bangunan dituliskan tahun pembuatan waduk yaitu pada tahun 1933 nah diwaktu tersebut kan bangsa kite dijajah ame belanda (he….he…he….). oh ya lur kondisi air di waduk pacal  saat itu sedang surut soalnya musim kemarau  sehingga  ada beberapa bagian yang  ditanami padi.

Tak lupa juga disini kami beraksi didepan kamera alias foto ria , setelah berfoto ini itu,  kang heri pergi….eh tak taunya mau beli pentol alias cilok alias cireng atau apalah  yang kebetulan ada yang jual di situ. Nah… pentol sudah ditangan masing masing kini saatnya melahap sambil menikmati pemandangan sekitar . setelah makan kami mulai jalan mengelilingi  waduk pacal  sambil jalan kami juga mengabadikan setiap moment dengan kamera tangan yang ane bawa dan kami pun tiba disuatu tempat yang ada  gubugnya atau tempat beteduh, dan kamipun beristirahat sejenak sambil ngemil makanan ringan yang telah dibeli di jalan tadi.

Mungkin satu jam kami bercanda ditempat tersebut karena sudah terlalu siang akhirnya kami kembali menuju tempat parker karena belum inigin pulang akhinya kami beristirahat lagi di  tempat tersebut , mungkin karena  lelah atau capek kang heri tertidur lelap sedang ane bersama keponakan ane  bima maen ayunan sambil mendengarkan music yang dangdut dan lagu jonegoroan  lewat speaker yang dislay oleh operator. 30 menit setelah itu kang heri bangun dan mengajak kami to back home.

Pulang kami pun melewati rute yang sama , singkat cerita kami mampir di salah satu masjid di kota bojonegoro untuk sholat dhuhur plus sholat ashar, setelah sholat  kami melanjutkan perjalanan pulang dan berkeinginan untuk singgah dulu di warung bakso langganan kami di soko namun  kami semua belum beruntung soalnya wrung langgan bakso kami sudah tutup dan kami pun harus mencari warung bakso lain dan Alhamdulillah ada, tanpa ba bi bu  kami pun  duduk dan memesan bakso plus minumannya, perutpun kenyang kini kami melanjutkan perjalana pulang kembali yang tinggal 5 km menuju rumah, dan Alhamdulillah sampailah kami di rumah .

RELATED PHOTOS :

%d blogger menyukai ini: