Arsip

Posts Tagged ‘soko’

Turing Pendek : Muter-Muter Kuto Tuban

17 Januari 2014 3 komentar

pagi itu, Kamis (02/01/2014) kami (ane dan adek ane) bersiap untuk menjelajahi kota Tuban. jauh jauh hari ane sudah berencana untuk melakukan touring pendek mengelilingi kota Tuban jauh hari sebelumnya. Nah bertepatan musim liburan habis UAS pertama sekaligus untuk menuntaskan rasa penassaran ane terhadap kota kelahiran, ane dan adek ane sebenarnya memilih tanggal 1 januari namun si emak nglarang, ya uda deh manut dengan omongan si emak. akhirnya  baru hari esoknya Kamis ane berangkat.

keluar kecamatan soko

keluar kecamatan soko

kami mulai berkendara diatas motor bebek supra 125R menelusuri jalanan desa yang terlihat sudah berlubang  juga area persawahan yang rusak parah akibat dari banjir. kami memilih rute yaitu melewati Kec. Rengel- Kec.Plumpang-Kec.Semanding-Kota Tuban

kurang lebih sekitar 45 perjalanan kami sampai di Kota Tuban, dan berhenti di salah satu SPBU karena si Bebek minta minum. kemudian perjalanan berlanjut menuju Masjid Agung Tuban.

Foto ke(169)

Masjid Agung

Subhanallah. baru seumur ini ane bisa melihat langsung megahnya Masjid Agung Tuban yang menurut ane wow banget. dulu ane hanya bisa melihat dari sampul buku PAI waktu SMP namun alhamdulillah salah satu impian saya telah terwujud yaitu bisa melaksanakan sholat dan berfoto di Masjid Agung Tuban ini. setelah melakukan sholat dhuha dan berfoto ria di area Masjid. perjalanan kami pun dilanjutkan menuju Terminal Tuban, yang katanya sih terkenal indah soalnya berdiri di pinggir laut.

Foto ke(173)

Terminal Tuban

oh ya nawak di terminal Tuban ini juga ada semacam wisata gitu entah namanya apa ane lupa xixixixixi 🙂 🙂 🙂 seinget ane ada jalan yang dibuat dekat dengan laut sehingga kita bisa melihat indahnya. dan jalan ini berada di luar areal terminal. banyak pasangan remaja yang terlihat duduk santai dengan menikmati pemandangan laut. setelah dirasa cukup perjalanan kami pun berlanjut.

Foto ke(186)

Nah ini dia nawak salah satu tempat wisata yang juga terkenal di Kota Tuban yaitu Pantai Boom. ini kali ke dua ane maen ke pantai boom lagi seinget ane pertama kali ane maen kesini yaitu pas masih Tk yang waktu iyu ada rekreasi. yah terbilang sangat lama lah. dan ini merupakan salah satu tempat wisata yang unik bagi ane karena harga tiket lebih murah dibandingkan biaya parkir. coba bayangkan nawak harga tiket per orang yaitu Rp.1.500 sedangkan biaya parkir per motor sebesar Rp.3000(bisa buat beli tiket 2 orang hehehehe 🙂 🙂 ) di wisata ini lumayan nyawan karena adanya semacam bangunan seperti pos ronda yang dimanfaatkan para pengunjung untuk duduk santai  sambil menikmati pemandangan laut pantura ini. terlihat juga banyak para pemancing yang memasang kail pancingnya disini. hampir kurang lebih kami nongkrong disini suara deburan ombak dan terpaan angin semilir membuat kami enggan beranjak dari tempat itu.

Foto ke(188)

Lun Alun Kota Tuban

jam hape nukiyem menunjukan pukul 13.11, kami harus beranjak dari tempat itu untuk absen sholat Dzuhur dulu di Masjid Agung Tuban, namun ada baiknya jika kami mengisi perut kami yang mulai memberontak. untuk mengganjal perut akhirnya kami membeli cilok (pentol) didepan pintu masuk. mencari tempat nyaman makan cilok kami merapat ke alun-alun kota Tuban sambil berteduh dibawah rindangnya pohon beringin alun-alun kota.

Foto ke(189)

Goa Akbarr cuy!

setelah nyontreng absen sholat dzuhur di Masjid Agung Tuban, kami berinisiatif untuk mampir ke Goa Akbar terlebih dahulu sebelum meluncur pulang. tidak lumayan jauh jarak antara Masjid Agung dengan wisata alam Goa Akbar kira-kira 3-4 km lah. tiket masuk Goa Akbar terbilang sangat terjangkau cuman dengan uang Rp.4.000 kita bisa bertamasya mengelilingi Goa Akbar. emang bener kalau orang nyebut kota Tuban sebagai kota seribu goa mungkin goa akbar ini salah satunya. di dalam Goa akbar terdapat sumber air asli loh nawak! bisa diminum sih tapi kami hanya membasuh muka saja kagak berani nyoba minum.oh iya kalo ingin masuk ke goa akabar ane himbau pakai masker atau penutup hidung karena ada salah satu tempat di Goa Akbar yang terdapat sarang kelelawar  yang bau kotorannya bikin mual perut.

Foto ke(183)

ini merupakan kali pertama kami melakukan touring pendek biasanya setiap touring kami selalu di barengi sama kang Heri Setiawan  seperti touring kami tahun lalu di bendungan gerak dan air terjun nglirip. namun di touring kali ini ane melupakan untuk sowan ke  tempat peristirahatan eyang bonang. mungkin itu akan menjadi agenda di touring selanjutnya. jadi nantikan ceritanya saja nawak!!!

baca juga nawak :

OPRAK, yuk!!!

9 Agustus 2012 Tinggalkan komentar

sumber : googling

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan bebagai macam tradisi, budaya dan sebagainya, yang dapat kita jumpai pada saat bulan ramadhan ini, banyak  sekali tradisi-tradisi yang digelar untuk menyambut maupun memeriahkan bulan yang suci ini, diberbagai daerah baik itu di kota maupun di desa semua mempunyai cara tersendiri untuk menyemarakkan bulan nuzulul qur’an ini, begitu juga di desa ane, banyak sekali tradisi yang digelar untuk menyambut bulan puasa seperti  megengan, unggahan dll pokoknya banyak deh! Namun kali ini ane enggak  cerita panjang lebar soal itu namun ane akan mengupas  salah satu tradisi di desa ane, desa kenongosari, yang sering disebut oprak . apa itu oprak? mungkin itu adalah pertanyaan yang muncul di benak dulur-dulur semua ,karena ane yakin kata-kata itu masih asing ditelinga dulur semua.  okelah lurd! Ane kasih tau. Oprak merupakan salah satu tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh remas alias remaja masjid,surau atau langgar (biasa orang desa kami menyebutnya) yang bertujuan  membangunkan orang-orang untuk makan sahur, nah sudah tahu kan apa itu oprak?, saya yakin di semua daerah di Indonesia pasti ada tradisi demikian, mungkin yang beda Cuma namanya doang.

sumber : googling

Selain dikenal dengan nama oprak ada juga istilah lain seperti uklik atau klothekan. Untuk sejarah oprak, ane masih kurang begitu tahu nih, lurd! Soalnya udah dari dulu ada yang namanya oprak, waktu bapak gue masih kecil juga sudah ada oprak (mungkin peninggalan nenek moyang kaleee! He….he…he….). nama oprak diambil dari suara kentungan yang dimainkan secara bersamaan dan menghasilkan bunyi prak….prak…prakk…….dan semenjak itulah masyarakat sekitar desa kami memanggilnya oprak.

sumber : googling

Dulu ane juga pernah menjadi anggota oprak, lurd, ketika itu ane masih duduk dibangku kelas enam SD, namun sekarang ane udah enggak soalnya udah kagak pernah nginep di langgar lagi. Kalu dulu sih Biasanya ane dan anak-anak didesa kami memainkan oprak pada pukul 02.00 dengan berjalan kaki mengelilingi desa, dengan membawa seperangkat alat oprak yaitu kentungan , jerigen bekas, dan besi. Untuk kentungann yang dipilih harus mempunyai suara yang berbeda dengan yang lainnya agar enak didengar, sedang jerigen bekas digunakan sebagai penghasil suara dug atau istilahnya sebagai bedug lah, sedangkan besi bekas digunakan untuk menghasilkan suara ting. Nah kalau sudah semua alat music itu dipadukan maka timbulah suara yang enak didengar dan yang pasti rame untuk membangunkan orang-orang agar pada makan sahur.

Namun akhir-akhir ini banyak orang yang mempunyai tanggapan negative terhadap oprak, mereka berkomentar bahwa oprak hanya mengganggu tidur mereka (khususnya untuk mereka yang rumahnya dekat jalan ) mereka juga mengatakan begini”sekarang kan sudah ada alarm dan hp mengapa harus oprak lagi”. Kalau dipikir-pikir nih perkataan ini ada benernya juga lurd! Namun walaupun begitu  ane sebagai mantan anggota oprak tetap ngerasa kalau enggak ada oprak ramadahan kagak bakal rame. Setuju lurd????? Setujuu!!!!!. Dan syukurnya disetiap kali ane terbangun atau nglilir kata orang jawa , ane masih denger suara anak-anak yang meneriakan sahuur……sahurr…….sahuuuur…….dengan diiringi  suara pukulan alat-alat oprak. Dan ane juga bersyukur ramadhan kali ini lebih rame dibanding ramadhan tahun lalu

sumber : googling

 

%d blogger menyukai ini: