Arsip

Posts Tagged ‘kenongosari’

Met Hari Jadi Kota Tuban Ke-720

12 November 2013 Tinggalkan komentar

 

hari jadi tuban ke-720

hari jadi tuban ke-720

wah kagak tau nih ane kalau hari ini Kota kelahiran ane Kota Tuban merayakan hari jadinya yang ke-720 (wah ternyata uda tua banget wkwkwkwk ūüôā ūüôā ) waktu buka twitter eh temen-temen pada uda¬† ngucapin hari jadi kota Tuban ke-720.

gapura_batas_kota

gapura_batas_kota

selamat hari jadi kota tercintaku walaupun sekarang ane tinggal di malang namun engkaulah kota pertamaku, kota kelahiranku, yang selamanya takkan tergantikan. semoga di umur yang ke-720 engkau menjadi kota yang lebih baik, lebih maju, dan lebih religius

blogger Tuban

blogger Tuban

ayo para arek-arek Tuban mari kita bangkit dan berjuang untuk membanggakan kota Tuban tercinta, buat semua orang tahu  kota Tuban bukan sekedar kota Tuak tetapi kota yang memiliki pontensi-potensi yang besar.

pict bonus :

Masjid Agung Tuban

Masjid Agung Tuban

#happy bornday Tuban Rezpector City ke-720

baca juga, Ker! :

Iklan

sad story :nasib bocah pinggir bengawan

20 Februari 2013 1 komentar

nasib emang nasib gan kalo punya rumah dekat dengan bengawan, kalo musim hujan kebanjiran kalo ,musim kering kekeringan yah….mungkin entu udah jadi takdir ane sebage anak pinggiran bengawan. kemaren aja desa ane tercinta, desa kenongosari habis diterjang banjir, walaupun durasinya enggak lama (kayak nonton pideo aja ada durasinya …hehehehhehe) cuman tiga hari aje.

 poto desa ane di gugel mep

poto desa ane di gugel mep

namun ane kudu bersyukur kepada Allah SWT karena banjir kali ini nggak nyampe masuk rumah, masih mendingan banjir kemaren dibanding banjir waktu tahun 2007 ato 2008 (ane lupa ………..xiixixixi) yang aernya nyampe dalam rumah(yang pasti gak pake permisi). yang paling ane benci saat banjir entu pas mo brangkat sekolah (pelajar baik gan! mo bajir, tornado, ato tsunami yang penting sekolah) ane harus nyebrangin derasnya air kencing banjir, enggak cuman itu ane harus nyeret sepedah ane(gak bisa dibayangin betapa penat dan letihnya ane waktu entu).

seorang ibu yang lagi mencoba melawan banjir

beginilah kondisi kalo sedang maen petak umpet banjir

mungkin kagak cuma ane aja yang ngerasa jengkel dengan banjir ini, namun semua penduduk desa juga merasakan hal yang sama dengan ane, soalnya kebanyakan penduduk desa ane adalah petani. walaupun banyak orang merasa jengkel dengan banjir kali ini namun tak sedikit juga ada yang ngerasa hepi., siapa lagi kalo bukan anak-anak monyet  kecil. pernah ane tanya salah seekor anak
“dik, enakan mana banjir ama gak banjir?” tanya ane, eh…..malah dia ngejawab gini”pe ak lo mas ya enakan banjir lah kan bisa maen aer sepuasnya tanpa harus ke WBL, dan juga sekolah kan bisa libur” jawabnye sambil nyesot ingus “srot..srot”(mo ane jitak bapaknya gantengn gak jadi ane…)

seorang nenek yang lagi latihan renang melewati banjir

seorang nenek yang lagi latihan renang melewati banjir

walaupun sekarang banjir udah mulai berangsur angsur surut namun dia si banjir udah ngancurin jalan-jalan ane, dulu jalan yang lubangnya kuecil kini makin guede dulu jalan yang lurus kini malah bengkok (jalan apa besi kok bisa bengkok, dodol). yang ane mau moga ini banjir yang terakhir , ane gak mau harus nyeret pedah nyebrangin banjir lagi (cuapek pol)

para petani yang lagi maen biliard panen ditengan banjir

para petani yang lagi maen biliard panen ditengah banjir

kemarau datang lagi!

24 September 2012 1 komentar

Panasnya bulan-bulan seperti saat ini mengakibatkan kekeringan terjadi di berbagai daerah di Indonesia, seperti halnya¬† di¬† provinsi Jawa timur kabupaten Tuban , di Tuban sendiri terdapat berbagai daerah yang mengalami kekeringan , contohnya¬† desa ane¬† ane yang juga terkena imbas dari musim kemarau tahun ini, namun Alhamdulillah¬† kekeringan yang terjadi tidaklah separah seperti yang ada di daerah ‚Äďdaerah lain. Jika di daerah yang¬† lain harud turun gunung dan naik gunung untuk mencari sumber mata air berbeda dengan warga di desa ane cukup hanya mengantri di sumur besar (sumur jubin warga kami biasa menyebutnya).

Antriannya pun tidak terlalu panjang mungkin hanya 5-6 orang yang mengantri beda dengan daerah lain yang antriannya panjang bahkan ada juga yang sampai 1km. ane dan keluarga ane pun terkena imbas kemarau tahun ini, mesin pompa air yang ada di rumah terpaksa tidak digunakan karena debit air yang menurun, dan terpaksa ane dan ibu ane mengambil air di sumur besar(ngangso, biasa orang kami menyebutnya)  namun syukur jaraknya begitu dekat 20m dari rumah namun walaupun begitu terasa berat.

Namun pekerjaan tersebut ane lakoni  cuma sehari saja, karena sumur pompa yang dirumah telah diperbaiki oleh bapak jadi ane tidak usah repot-repot bawa ember untuk ngangso lagi. Bila dibandingkan 2007-2008 tahun lalu kekeringan tahun ini tidak sebegitu parah tahun tersebut. Ditahun 2007-2008, kekeringan menyebabkan sungai bengawan solo mengalami surut yang luar biasa bahkan hingga kering dan hanya menyisakan kubangan-kubangan air. Namun di tahun ini kondisi sungai mengalami penurunan debit air yang lumayan banyak tapi tidak sampai kering kerontang seperti tahun 2007-2008 yang telah lalu.

Karena Kondisi sungai yang surut terus-menerus maka terbentuklah semacam pulau pasir itepi-tepi sungai bahkan ada juga yang terletak di tengah-tengah sungai,  ya…….seperti lautan pasir yang ada di gunung bromo itu (he…..he……he……). nah fenoma ini menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang, nah…., ketika mulai sore banyak orang-orang yang  bermain di sungai, mulai dari orang tua, remaja, dan anak-anak semua tumpah menjadi satu, ada yang maen bola, berenang, kejar-kejaran, mencari kerang, atau hanya sekedar duduk manis melihat sekeliling.

Namun saat ini ane belum pernah maen kesungai jika sore hari, soalnya ane sibuk membantu ibu dirumah, jika masih kecil dulu sih, tepat pukul 4 sore ane dan adhik ane langsung  pergi kesungai untuk maen bola bersama teman-teman. Kemudian berenang bersama-sama. Namun semua itu dulu, sekarang  kan sudah besar jadi harus bisa bantu-bantu ibu.

Oh ya, walaupun dalam keadaan kekeringan seperti ini, pra petani di desa ane masih sibuk menggarap sawah mereka, mereka tidak khawatir mengenai kondisi air karena sudah ada irigasi yang  akan menyalurkan air dari sungai ke sawah-sawah mereka. Itulah kegunaan irigasi di musim kemarau, jika di musim hujan irigasi tidak akan di opersikan dikarenakan air hujan sudah dapat mencukupi kebutuhan air untuk sawah para petani. Hal tersebut yang membuat sebagian warga desa kenongosari ini menjadi petani.

Nglayap nang khayangan api karo nang waduk pacal

20 September 2012 5 komentar

Izinkan ane lur, tuk berceloteh tentang touring ane di hari h+1 lebaran, ane bersama kakak  ane (kang heri setiawan) mempunyai rencana melakukan touring untuk sekedar melepas penat setelah seharian kemarin keliling kampung hanya untuk sekedar bersalaman dan mohon maaf kepada tetangga-tetangga. Setelah  disepakati bahwa kita akan berpetualangan di bumi angling dharma (bojonegoro) karena di kota tersebut denger-denger sih ada wisata khayangan api sama wisata waduk pacal. Setelah semua siap, kami berangkat menggunakan motor masing-masing, kang heri bersama anak dan istri menunggangi sang milestone-nya (sebutan untuk motor bajaj pulsar kang heri) sedangkan ane sama adik ane menunggangi  motor bebek Honda supra X 125 R alias sang creator, namun sayang untuk kakak ane yang perempuan kagak bisa ikut, katanya sih mau ke lamongan kerumah mertuanya untuk silaturrahim mumpung masih situasi lebaran.

Ya sudahlah gak apa-apa,setelah berparas sangar  dan semua safety  riding terpenuhi lalu meluncurlah kami untuk menuju kayangan api, perjalanannya sih biasa-biasa aja tapi jalanan agak padat soalnya banyak rider-rider laen yang berlalu-lalang maklum saja soalnya lebaran hari kedua yang masih dalam suasana silaturohim. Memasuki jantung kota bojonegoro jalanan masih lumayan padat namun ketika memasuki kawasan dander jalanan sudah kembali lancar, karena ane khawatir  bensin  kagak  cukup  terpaksa ane beli BBM di  SPBU Ngumpak Ndalem dan syukurlah antreannya tidak terlalu panjang. Setelah beli minum untuk sang creator  kami tancap gas menuju wisata pertama yaitu khayangan api, deru mesin pun terdengar dari  motor kami. Perjalanan mulai terasa menantang ketika memasuki  kawasan wisata khayangan api karena jaln yang rusak parah dan berlubang membuat kami kudu hati-hati dan waspada meskipun ane sudah berhati-hati namun  terkadang masih juga kena lubang.

Kira-kira ¬†+¬† 1 km sebelum¬† memasuki wisata khayangan api terdapat gapura yang bertuliskan ‚Äútaman wisata khayangan api kecamatan Ngasem¬† kab Bojonegoro‚ÄĚ. Tiket masuk wisata ini sangatlah murah kami berempat Cuma merogoh kocek rp.12000 jadi per orang dikenai biaya rp.3000. karena tiket yang terjangkau banyak sekali¬† para pengunjung yang memadati wisata tersebut.di wisata ini kami hanya berfoto ria¬† dengan berbagai objek yang ada, mulai dari paung dan juga api abadi. Disini tidak hanya terdapat api abadi saja tetapi ada juga air belerang yang jaraknya kira-kira 100 m dari api abadi atau yang lebih terkenal dengan sebutan air blukuthuk . ¬†hanya satu jam saja kami di wisata ini, kemudian perjalanan kami lanjut menuju waduk pacal walaupun ane pake motor bebek¬† namun ane merasa enjoy.

Perjalanan menuju waduk pacal sangatlah seru bahkan lebih seru daripada perjalanan ke khayangan api soalnya medan yang dilalui sangatlah  menantang, mulai dari kelokan, turunan dan tanjakan yang behhhh…………ajib pokonya, dan juga eksotisnya hutan dan juga tebing  disekeliling jalan yang kami lalu yang membuat kami tercengang dengan keindahan alam ciptaan Allah inii. Kang heri sebagai leader perjalanan di posisi depan sedangkan kami berdua mengekorinya dari belakang. Yang membuat perjalanan makin seru yaitu kita semua belum pernah ke waduk pacal dan melalui  jalan ini, kang heri saja yang nota benenya sang  adventurer sejati yang  udah kesana kesini saja belum pernah kesini apalagi ane yang kerjaanya ngubek-ubek rumah mana pernah dolan  ke  waduk pacal. Namun syukurlah kang heri bawa GPS jadi bisa sampe deh ke waduk pacal.

Tak jauh berbeda dengan khayangan api disini harga tiket per orang dibanderol seharga  rp.3.000, sangat terjangkau bukan? Setelah memarkir sang creator ane dan rombingan bergegas menuju waduk yang menjadi judul lagunya kang yoto itu. Dan subhanallah ane kagak ngira kalu bojonegoro punya bangunan bersejarah kayak waduk pacal ini. Dilihat dilihat dari bentuk bangunannya sih seperti  bangunan tempo doeloe pada waktu zaman belande  (sok tau) bukanya sok tau nih lur tapi  disalah satu bangunan dituliskan tahun pembuatan waduk yaitu pada tahun 1933 nah diwaktu tersebut kan bangsa kite dijajah ame belanda (he….he…he….). oh ya lur kondisi air di waduk pacal  saat itu sedang surut soalnya musim kemarau  sehingga  ada beberapa bagian yang  ditanami padi.

Tak lupa juga disini kami beraksi didepan kamera alias foto ria , setelah berfoto ini itu,  kang heri pergi….eh tak taunya mau beli pentol alias cilok alias cireng atau apalah  yang kebetulan ada yang jual di situ. Nah… pentol sudah ditangan masing masing kini saatnya melahap sambil menikmati pemandangan sekitar . setelah makan kami mulai jalan mengelilingi  waduk pacal  sambil jalan kami juga mengabadikan setiap moment dengan kamera tangan yang ane bawa dan kami pun tiba disuatu tempat yang ada  gubugnya atau tempat beteduh, dan kamipun beristirahat sejenak sambil ngemil makanan ringan yang telah dibeli di jalan tadi.

Mungkin satu jam kami bercanda ditempat tersebut karena sudah terlalu siang akhirnya kami kembali menuju tempat parker karena belum inigin pulang akhinya kami beristirahat lagi di  tempat tersebut , mungkin karena  lelah atau capek kang heri tertidur lelap sedang ane bersama keponakan ane  bima maen ayunan sambil mendengarkan music yang dangdut dan lagu jonegoroan  lewat speaker yang dislay oleh operator. 30 menit setelah itu kang heri bangun dan mengajak kami to back home.

Pulang kami pun melewati rute yang sama , singkat cerita kami mampir di salah satu masjid di kota bojonegoro untuk sholat dhuhur plus sholat ashar, setelah sholat  kami melanjutkan perjalanan pulang dan berkeinginan untuk singgah dulu di warung bakso langganan kami di soko namun  kami semua belum beruntung soalnya wrung langgan bakso kami sudah tutup dan kami pun harus mencari warung bakso lain dan Alhamdulillah ada, tanpa ba bi bu  kami pun  duduk dan memesan bakso plus minumannya, perutpun kenyang kini kami melanjutkan perjalana pulang kembali yang tinggal 5 km menuju rumah, dan Alhamdulillah sampailah kami di rumah .

RELATED PHOTOS :

OPRAK, yuk!!!

9 Agustus 2012 Tinggalkan komentar

sumber : googling

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan bebagai macam tradisi, budaya dan sebagainya, yang dapat kita jumpai pada saat bulan ramadhan ini, banyak  sekali tradisi-tradisi yang digelar untuk menyambut maupun memeriahkan bulan yang suci ini, diberbagai daerah baik itu di kota maupun di desa semua mempunyai cara tersendiri untuk menyemarakkan bulan nuzulul qur’an ini, begitu juga di desa ane, banyak sekali tradisi yang digelar untuk menyambut bulan puasa seperti  megengan, unggahan dll pokoknya banyak deh! Namun kali ini ane enggak  cerita panjang lebar soal itu namun ane akan mengupas  salah satu tradisi di desa ane, desa kenongosari, yang sering disebut oprak . apa itu oprak? mungkin itu adalah pertanyaan yang muncul di benak dulur-dulur semua ,karena ane yakin kata-kata itu masih asing ditelinga dulur semua.  okelah lurd! Ane kasih tau. Oprak merupakan salah satu tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh remas alias remaja masjid,surau atau langgar (biasa orang desa kami menyebutnya) yang bertujuan  membangunkan orang-orang untuk makan sahur, nah sudah tahu kan apa itu oprak?, saya yakin di semua daerah di Indonesia pasti ada tradisi demikian, mungkin yang beda Cuma namanya doang.

sumber : googling

Selain dikenal dengan nama oprak ada juga istilah lain seperti uklik atau klothekan. Untuk sejarah oprak, ane masih kurang begitu tahu nih, lurd! Soalnya udah dari dulu ada yang namanya oprak, waktu bapak gue masih kecil juga sudah ada oprak (mungkin peninggalan nenek moyang kaleee! He….he…he….). nama oprak diambil dari suara kentungan yang dimainkan secara bersamaan dan menghasilkan bunyi prak….prak…prakk…….dan semenjak itulah masyarakat sekitar desa kami memanggilnya oprak.

sumber : googling

Dulu ane juga pernah menjadi anggota oprak, lurd, ketika itu ane masih duduk dibangku kelas enam SD, namun sekarang ane udah enggak soalnya udah kagak pernah nginep di langgar lagi. Kalu dulu sih Biasanya ane dan anak-anak didesa kami memainkan oprak pada pukul 02.00 dengan berjalan kaki mengelilingi desa, dengan membawa seperangkat alat oprak yaitu kentungan , jerigen bekas, dan besi. Untuk kentungann yang dipilih harus mempunyai suara yang berbeda dengan yang lainnya agar enak didengar, sedang jerigen bekas digunakan sebagai penghasil suara dug atau istilahnya sebagai bedug lah, sedangkan besi bekas digunakan untuk menghasilkan suara ting. Nah kalau sudah semua alat music itu dipadukan maka timbulah suara yang enak didengar dan yang pasti rame untuk membangunkan orang-orang agar pada makan sahur.

Namun akhir-akhir ini banyak orang yang mempunyai tanggapan negative terhadap oprak, mereka berkomentar bahwa oprak hanya mengganggu tidur mereka (khususnya untuk mereka yang rumahnya dekat jalan ) mereka juga mengatakan begini‚ÄĚsekarang kan sudah ada alarm dan hp mengapa harus oprak lagi‚ÄĚ. Kalau dipikir-pikir nih perkataan ini ada benernya juga lurd! Namun walaupun begitu¬† ane sebagai mantan anggota oprak tetap ngerasa kalau enggak ada oprak ramadahan kagak bakal rame. Setuju lurd????? Setujuu!!!!!. Dan syukurnya disetiap kali ane terbangun atau nglilir kata orang jawa , ane masih denger suara anak-anak yang meneriakan sahuur‚Ķ‚Ķsahurr‚Ķ‚Ķ.sahuuuur‚Ķ‚Ķ.dengan diiringi¬† suara pukulan alat-alat oprak. Dan ane juga bersyukur ramadhan kali ini lebih rame dibanding ramadhan tahun lalu

sumber : googling

 

%d blogger menyukai ini: