Arsip

Posts Tagged ‘kemerdekaan’

Puisi usang untuk pahlawan negriku

10 November 2012 1 komentar

 

Kau memang sosok yang pemberani

Pembela tanah air sejati

Kau rela korbankan jiwa dan raga

Hanya untuk satu kata

Yaitu merdeka

 

Tak perduli meski peluru menancap

Tak perduli meski pedang tlah tertancap

Tak perduli walau harus meregang nyawa

Semua kau lakukan tanpa pamrih

Tuk mengusir perampok negeri ini

 

Wahai pahlawan bangsa

Sungguh besar jasa-jasa mu

Yang terukir abadi di jiwa bumi pertiwi

Yang tak mampu ditebus

Dengan  intan permata

 

Hanya Tuhan yang mampu

Membalas jasa dan perjuangan sucimu

Semoga Tuhan jualah yang memberikan mu

tempat Terindah di samping-Nya

amin

Soal Nasionalisme!!!!

24 November 2011 4 komentar

sumber : google

Bulan Agustus, menurut kebanyakan orang adalah bulan-bulan untuk menunjukkan semangat nasionalisme. Hal ini tidak salah memang, bagaimana kita mengenang 66 tahun lalu sebuah puncak perjuangan : PROKLAMASI kemerdekaan. Sebuah tumpahan keringat dan darah untuk meraih kedaulatan bangsa ini dari kolonial Inggris, Belanda, dan Jepang.

sumber : google

Bulan itu dan hari itu, serta seperti bulan-bulan dan hari-hari sebelumnya, peringatan 17 agustus hanya diperingati dengan upacara 17-an. Dimana kita melihat para pejabat, rakyat jelata dan penjahat sekalipun ( menurut hemat saya, hanya ada perbedaan sedikit antara pejabat dan penjahat) melakukan hormat yang ’khusyu’ terhadap sang saka merah putih. Ada sebuah bara nasionalisme! Begitu katanya.
Saya justru balik bertanya, nasionalisme macam apa ? apakah hanya dengan sikap hormat pada bendera merah putih saja? Sedangkan dalam keseharian dia orang sangat kontra nasionalis. Mau bukti ? lihat kedaulatan kita yang terinjak-injak, tengok rakyat yang makin sengara, saksikan anak-anak yang busung lapar. Sementara disisi lain, banyak pejabat dengan dasi dan sepatu mengkilat melakukan ’studi banding’ keluar negeri. Perut kenyang makan uang hasil korupsi.
Sementara rakyat kecil, mengenang nasionalisme hanya dengan lomba-lomba agustusan. Mulai panjat pinang,tarik tambang, balap karung. Sementara disisi lain, Pertarungan dan perkelahian antar kampung kerap terjadi. Main hakim sendiri menjadi tradisi. Serta beragam perilaku yang tidak mencerminkan rasa nasionalisme.
Dimanakah nasionalisme itu ?
Tanya kenapa kita bertanya nasionalis?

sumber : google

%d blogger menyukai ini: