Arsip

Posts Tagged ‘geografi’

Artikel Tentang Dampak Perbedaan Keadaan Geografis Wilayah Terhadap Mobilitas Penduduk

9 November 2014 Tinggalkan komentar

DAMPAK PERBEDAAN KEADAAN GEOGRAFIS WILAYAH TERHADAP MOBILITAS PENDUDUK

Hightanil Fajri

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, Indonesia

Program Studi  S1 Geografi

Email : hightanil@gmail.com

 

 Abstrak

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai macam keaneragaman bentuk bentuk muka bumi. Adanya beribu pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke menyebabkan beraneka ragamnya  bentuk bentuk kehidupan yang tentu akan berbeda pada setiap wilayah, hal tersebut juga yang akan  menimbulkan berbagai perbedaan dalam berbagai aspek sosial maupun aspek  yang lain seperti potensi wilayah. Sehingga pada wilayah yang memiliki daya dukung sumber daya alam dan sumber daya manusia yang  tinggi akan berkembang lebih cepat dibandingkan dengan wilayah yang memiliki daya dukung wilayah yang rendah, dan pada umumnya penduduk yang berada pada wilayah yang memiliki potensi rendah akan melakukan mobilitas ataupun migrasi ke wilayah yang memiliki potensi wilayah yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup

Kata Kunci : keadaan geografis, mobiltas penduduk

 

 

Baca selanjutnya…

Iklan

Hubungan Geologi dan Geografi

11 September 2014 2 komentar

Bintarto mendefinisikan geografi sebagai ilmu yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu. Hasil seminar dan lokakarya Peningkatan Kualitas Pengajaran Geografi di Semarang tahun 1988, mendefinisikan geografi sebagai ilmu yang mempelajari persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan. Fenomena geosfer yang dimaksud mencakup atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer dan antroposfer.

Baca selanjutnya…

RUANG LINGKUP KONSERVASI TANAH DAN AIR

1 September 2014 Tinggalkan komentar

RUANG LINGKUP KONSERVASI TANAH DAN AIR

Foto ke(395)

Pada dasarnya konservasi tanah berarti penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut, dan memperlakukkannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tanah tersebut tidak cepat rusak. Usaha-usaha konservasi tanah disamping ditujukan untuk mencegah kerusakan tanah akibat erosi dan memperbaiki tanah-tanah yang telah rusak, juga ditujukan untuk menetapkan kelas kemampuan tanah dan tindakan-tindakan atau perlakuan yang diperlukan agar tanah tersebut dapat dipergunakan seoptimal mungkin dalam jangka waktu yang tidak terbatas.

Baca selanjutnya…

Pengertian Geologi

Sumber : google

Sumber : google

Geologi berasal dari kata Yunani: ge yang berarti bumi dan logos yang berarti  ilmu(Bailey, 1939). Jadi dari asal katanya geologi berarti ilmu yang mempelajari bumi. Akan tetapi pengertian bumi sendiri dapat mencakup selubung gas yang mengitari planet bumi (atmosfer), akumulasi air di permukaan bumi dan di dalam kerak bumi (hidrosfer), serta bagian padat dari planet bumi itu sendiri (litosfer).

Pada mulanya orang berusaha memahami semua gejala alam yang ada disekitarnya. Upaya untuk mengetahui secara mendalam gejala alam yang ada di sekitar manusia diawali oleh para filosof yang uraiannya berupa tinjauan filsafati sehingga dikenallah istilah Filsafat Alamiah yang kemudian menjelma menjadi Ilmu Pengetahuan Alam yang ditunjang oleh ilmu Matematika, Fisika, Kimia, Astronomi dan Geologi (Emmons, 1960). Dengan demikian ilmu geologi berada dalam deretan ilmu pengetahuan alam. Semula geologi mempelajari bumi dalam pengertian luas yang mencakup atmosfer, hidrosfer dan litosfer, namun belakangan karena berkembangnya spesialisasi, geologi terfokus pada litosfer saja.

Spesialisasi berkembang karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk terbatas di mana tak seorangpun mampu memahami bumi dalam pengertian luas secara mendalam. Karena itu timbul pembatasan ruang lingkup kajian sehingga bumi dalam pengertian luas dipelajari berbagai ilmu seperti Meteorologi dan Klimatologi mempelajari gejala alam di Atmosfer, Hidrologi dan Oseanografi mempelajari gejala alam di hidrosfer sedang litosfer dipelajari dalam ilmu Geologi. Ruang lingkup kajian geologi yang sudah dibatasi pada litosfer saja masih sangat luas sehingga terjadi spesialisasi lebih lanjut menghasilkan berbagai sub-bidang geologi/cabang-cabang geologi, bahkan cenderung untuk berdiri sendiri. Spesialisasi ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kemajuan peradaban sehingga kebutuhan manusia juga meningkat. Orang tidak merasa puas lagi dengan hanya memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan melainkan ke kebutuhan tingkat tinggi dan sangat kompleks seperti kebutuhan berbagai asesori, hiburan, pendidikan dan sebagainya. Semua itu membutuhkan berbagai bahan baku yang gudang utamanya di bumi, sehingga untuk mendapatkannya perlu mempelajari sumbernya secara mendalam. Muncullah berbagai cabang geologi antara lain Geologi Pertambangan yang dapat dipecah lagi menjadi Geologi Minyak dan Gas Bumi, Geologi Batubara dan seterusnya,  Geologi Teknik, Mineralogi dan sebagainya.

Selain tuntutan kebutuhan yang semakin meningkat, gejala spesialisasi juga ditunjang oleh bencana alam yang sering menimpa manusia sejak dahulu. Sebagai makhluk berakal, manusia tidak mau mati konyol sehingga berusaha untuk menanggulangi bencana alam tersebut dengan cara mempelajari sumber bencana alam tersebut. Muncullah cabang-cabang geologi seperti Vulkanologi, Seismologi, dan sebagainya.

Demikianlah dari Geologi bermunculan sub-bidang geologi antara lain:

–     Petrologi, khusus mempelajari batuan sebagai penyusun bumi.

–     Mineralogi, mempelajari mineral sebagai penyusun batuan.

–     Geologi Struktur, mempelajari struktur/susunan/hubungan batu-batuan penyusun kerak bumi.

–     Stratigrafi, mempelajari perlapisan batuan sedimen.

–     Palaeontologi, mempelajari fosil-fosil yang terkandung di dalam batuan dalam rangka mengungkapkan rahasia kehidupan pada masa silam.

–     Vulkanologi, mempelajari masalah kegunungapian.

–     Seismologi, mempelajari asal usul gempa bumi.

–     Geologi Pertambangan, mempelajari bahan galian yang bernilai ekonomi.

–     Geologi Minyak dan Gas Bumi, lebih mengkhusus pada asal-usul terjadinya minyak dan gas bumi.

–     Geologi Teknik, mempelajari kondisi geologis dalam kaitannya dengan konstruksi bangunan seperti pembuatan jalan raya, jalan kereta api, bendungan jembatan, gedung bertingkat dan sebagainya.

–     Geomorfologi, mempelajari asal-usul bentuk-bentuk permukaan bumi.

Sumber : google

Sumber : google

Sering kita ketemu dengan istilah Geofisika dan Geokimia, tidak lain dari aplikasi teori-teori dan teknik-teknik fisika (Geofisika) atau teori-teori dan teknik kimia (Geokimia) dalam mempelajari bumi dalam pengertian luas termasuk atmosfer dan hidrosfer. Semua ilmu yang mempelajari seluk beluk planet bumi secara keseluruhan diikat dalam satu istilah  Earth Sciencesatau Ilmu Ke-bumian. Geologi termasuk salah satunya, bahkan kadang-kadang digunakan sebagai sebutan lain untuk menyatakan Earth Science(Menard. 1974). Geografi termasuk dalam kelompok Earth Sciences.

Karena geologi tidak hanya berkenaan dengan gambaran dan proses-proses yang terlihat pada masa sekarang melainkan juga perkembangannya melewati waktu yang sangat lama sejak sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu, maka sering pula dibedakan atas Geologi Fisik dan Geologi Sejarah. Cabang-cabang geologi yang disebutkan terdahulu dapat dimasukkan kedalam kedua bagian ini, misalnya Petrologi, Mineralogi, Geologi struktur dan sebagainya tergolong Geologi Fisik, sedang Palaeontologi, Stratigrafi dan Geokronologi (suatu sub-spesialisasi gabungan antara Geokimia dan Geofisika yang berusaha menentukan umur mutlak berdasarkan mineral-mineral yang terkandung di dalam batuan) tergolong Geologi Sejarah.

Sub bidang geologi atau cabang-cabang geologi saling berhubungan, saling tergantung, saling menunjang satu sama lain dalam mengungkapkan masalah-masalah yang berkenaan dengan bumi. Hasil penelitian dari salah satu sub bidang sangat bermanfaat bagi sub bidang yang lain dalam mengungkapkan masalah yang menjadi titik perhatiannya.

Demikianlah gambaran ruang lingkup kajian geologi, begitu luas baik dalam dimensi ruang maupun dimensi waktu. Berkaitan dengan fraksi-fraksi yang sangat kecil yang hanya dapat diamati di bawah mikroskop sampai ke yang sangat besar sehingga mata kita tidak mampu melihatnya secara keseluruhan. Bertalian dengan proses-proses yang sangat lambat sehingga manusia sering keliru menafsirkannya sebagai statis, sampai ke proses yang sangat cepat sehingga dengan mudah diamati perubahannya.

Sebagai suatu kesimpulan, geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi khususnya litosfer, mengenai materi penyusun bumi, bagaimana proses-proses yang dialami serta perubahan-perubahan yang dihasilkan oleh proses-proses tadi

Sumber : Buku Geologi Dasar JP. Buranda

%d blogger menyukai ini: