Arsip

Archive for the ‘wacana’ Category

Mencari Pahlawan Negeriku

1 Februari 2015 Tinggalkan komentar

Pahlawan, siapakah pahlawan itu? apakah pahlawan adalah manusia super?apakah pahlawan yang akan menyelamatkan dan membantu manusia dari penderitaan dengan kekuatan ajaibnya?sekali lagi bukan, sesungguhnya pahlawan bukanlah manusia suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan kekuatan magisnya secepat kilat kemudian setelah semuanya kelar kemudian akan kembali ke langit. Pahlawan adalah manusia biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dalam kesunyian yang panjang sampai nafas tak lagi menemani mereka. Pahlawan tidak harus dicatat dalam buku tebal sejarah atau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Mereka bukan malaikat, Mereka juga melakukan kesalahan dan dosa. Mereka hanya manusia biasa yang berusaha memaksimalkan seluruh kemampuannya untuk memberikan manfaat yang terbaik bagi orang-orang di sekitarnya, Mereka merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung.

Sekarang bangsa kita sedang dilanda krisis hebat yang menerpa seluruh sisi kehidupan, bangsa kita memerlukan orang-orang yang memiliki rasa optimisme dan harapan yang tinggi untuk melakukan kerja-kerja besar, bukan orang-orang yang tampak besar tapi hanya melakukan konstribusi kecil bagi bangsa ini kemudian menulisnya dalam autobiografinya, sejatinya Para Pahlawan tersebut bukan untuk Baca selanjutnya…

Hey Mblo, Jadilah Jomblowan dan Jomblowati yang Mulia

18 Februari 2014 Tinggalkan komentar

Jadilah jomblowan dan jomblowati yang Mulia!!

sumber : googling

sumber : googling

1.Impian anak muda setelah lulus studi biasanya adalah segera nikah, punya pasangan yang sah dan merasakan surga dunia. Itu kata mereka.

2.Entah bagaimana ceritanya? pembahasan nikah saat ini menjadi isu yang begitu populer terutama bagi anak muda yang tak setuju dengan pacaran sebelum nikah.

3. Mereka memang tidak pacaran. Tapi saat orientasi pikiran hanya tertuju pada nikah, tak sadarkah bahwa banyak amal lain yang terabaikan?.

4.Banyak yang merasa malu jika umur sudah mapan, belum juga dapat pasangan. Akibatnya nikah kayak kejar setoran dan amal lain ditelantarkan.

5.Tak salah jika kebelet nikah. Hal tersebut adalah sesuatu yang normal. Namun, jangan sampai orientasi hidup untuk ibadah jadi lalai.  Seolah jika kita tidak nikah hidup sudah selesai.

6.Banyak akhirnyajomblo yang tersandera. Belum mampu nikah namun amal lain tak ada. Pikiran diarahkan untuk membuat rencana agar nikah sesegera mungkin.

7. Beruntunglah jomblo yang sadar diri. Bahwa nikah adalah jalan untuk dekat dengan Ilahi. Jika belum dapat pasangan  sibukkan dengan amal silih berganti.

8.Usia muda adalah puncak segala energi. Justru ia pakai untuk sebanyak-banyaknya mengabdi kepada Ilahi. Jangan sampai  tak berdakwah karena terlalu sibuk mencari istri.

9. Jomblo mulia punya agenda kesibukan yang padat. Berpindah dari amal yang satu ke amal yang lain. Tak ada kata nganggur. Maka tak ada kata galau berjamur.

10.Ia tahu bahwa menikah adalah setengah agama. Tapi ia juga paham, bahwa sibuk dalam amal yang lain adalah bagian dari setengah agama yang lainnya.

11. Ia pahami nikah ibarat jam makan siang. Akan datang sesuai jadwalnya. Sambil menunggu jadwal datang maka ia bekerja. Tiba-tiba waktu itu akan datang juga.

12. Perhatikan bagaimana pasien rumah sakit dari pagi sudah tanya tentang jatah makan siang. Sebab mereka tak punya kesibukan selain terkapar diatas ranjang.

13. Jomblo yang nganggur akan selalu bertanya kapan ia nikah? untuk apa? untuk ibadah katanya. Kalau begitu kenapa tidak tilawah banyak tilawah. Itu ibadah juga kan?

14. Kadang kalau jujur, urusan nikah lebih banyak masalah gengsi. Menjadi JOmblo dianggap tidak laku. Gak mutu dan nikah jadi diburu.

15. Padahal sejarah banyak mencatat jomblo-jomblo bermutu. Namanya abadi karena sibuk dalam amal tak kenal henti. Surga pun menanti.

16. Ibnu Taimiyah contoh jomblowan mulia. Tak sempat nikah namun ia adalah mutiara ilmu bagi banyak ulama. Pahala yang mengalir deras baginya.

17. Begitu pula dengan Imam Nawawi. Gelar Muhyiddin “yang menghidupkan agama”. Jomblowan mulia yang banyak keluarkan banyak buku dan segudang karya.

18. Masih banyak contoh lain. Tak inginkah para jomblo mengikuti jejak mereka? Banyak sibuk. Tak ada waktu untuk galau dan gelisah

19.Sesekali galau silahkan. Tapi jomblo yang selalu galau adalah jomblo pecundang. Di dunia tak berarti, di akhirat rugi. Mau?.

20.Jomblo bukan dosa. Yang dosa itu kalau meratapi nasib dan putus asa. Gagal ukir prestasi saat sedang di puncak energi. Umur terbang sia-sia.

21. Setan mendekati jomblo yang nganggur. Digiring kepada rasa penyesalan akan takdir. Sesekali setan ajak tamasya pikirannya tentang pasangan.

22. Allah akan siapkan kejutan spesial untuk jomblo mulia. Yang sibukkan diri dalam amal nyata. Tak dapat pasangan di dunia, di akherat kan bersanding dengan kekasih yang ia suka di surga.

23. Rasul berkata : “Dis surga tak ada yang jomblo (Lajang)”  ini hadist shahih dari Imam Muslim. Cukuplah hadist ini jadi hiburan.

24.Dari sekarang mulai mencatat. Amal apa yang belum dikerjakan. Segera lakukan. Doa untuk nikah, terus panjatkan. Namun tetap dalam kesibukan.

25. Ingat, kewajiban kita lebih banyak daripada waktu tersedia. Mumpung belum direpotkan dengan urusan rumah tangga, banyak-banyakin amal yang lainnya.

26. Kelak saat jodoh datang, merasa tak ada amal yang terutang. Semua amal sudah dikerjakan. Berlanjut dalam amal yang lain yang lebih menantang.

27. Tiap-tiap tahapan ada amalnya. Saat jomblo ada amalnya. saat menikah ada amalnya. Saat menikah ada amalnya. Hidupnya berpindah dari amal yang satu ke amal yang lainnya.

28. Yuk ah yang masih galau karena status jomblonya. Tunjukan bahwa jomblo banyak  karya. Bahkan bisa melebihi yang sudah menikah. Mau coba?.

29. Demikian kultwit tentang JULIA PEREZ (jomblo Mulia penuh prestasi) 🙂 Semoga ada manfaat. Maaf jika  tak berkenan.

sumber : googling

sumber : googling

By : Bendri Jaisyurrahman ( @ajobendri )

 

STOP F*CKLENTIN’s DAY Ganti Dengan HARI MENUTUP AURAT INTERNASIONAL!

14 Februari 2014 2 komentar

Salam sobat. gimana kabarnya ? pada kalender edisi 14 Februari 2014. Semoga bagi saudaraku yang Muslim kagak ikut-ikutan ngerayain  hari yang katanya di sebut sebut sebagai hari Kasih Sayang (f*cklentin’s day). Kenapa sih? emang nggak boleh ya seorang muslim ikut ngrayain f*cklentin’s day, jawabannya  ENGGAK. alasannya? ini baca :

yang pertama, sekarang Masyarakat Indonesia tengah berduka karena berbagai bencana yang menimpa diantaranya Meletusnya Gunung Sinabung. dan yang paling terbaru baru tadi malam bahwa Gunung Kelud ikut-ikutan muntah (lihat postingan) yang membuat saudara kita  harus mengungsi. jadi sangat tidak etis jika ada yang tetap merayakan hari paklentine. seperti menari-nari diatas penderitaan orang lain. dan

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh, kamu akan mengikuti jejak orang-orang sebelummu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga jika seandainya mereka menempuh jalan ke lubang dhabb (binatang kecil seperti biawak), tentu kamu akan mengikuti juga.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, Yahudi dan Nasranikah (yang akan diikuti)?” Beliau menjawab, “Siapa lagi?”.

sumber : googling

sumber : googling

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah ‘Valentine Day’.

1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan ‘supercalis’ bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi ‘acara keagamaan’ yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w.bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan ‘alternatif’ terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain (sumber : http://www.flippermagz.com)

images (1)

Nah gimana sobat ? sudah paham kan kalo hari F*CKLENTINE  iku bukan berasal dari ajaran Agama Islam, malah ajaran tersebut bersumber dari ajaran Nasrani.  biasanya sih perayaan hari f*cklentine ini  diisi dengan cara yang sangat sangat dilarang oleh Agama Islam, mulai dari berduaan, menuju clubbing dan berakhir dengan perzinahan. Naudzubillah

sumber : googling

sumber : googling

Daripada ngrayain hari yang kagak dari ajaran Islam mending sobat ikut mendukung “HARI MENUTUP AURAT INTERNASIONAL” yang Insya Allah akan lebih berpahala dan diridhoi oleh Allah SWT.  Dan kemaren Alhamdulillah ane bersama temen temen FSLDKI (Forum Silaturahmi Dakwah Kampus Indonesia) menggelar aksi konvoi di sepanjang Jl. Veteran Depan Kampus Universitas Brawijaya (UB) untuk menyerukan HARI MENUTUP AURAT INTERNASIONAL dengan membagi bagikan ribuan Jilbab bagi pengguna Jalan, Polisi dan Mahasiswa.

FSLDK-Indonesia-oke-1

Kategori:religi, wacana

Mari Semangat Lagi Nawak

19 Oktober 2013 Tinggalkan komentar

Image

 

Bismillah mulai hari ini ane harus semangat!

semangat untuk kuliah……….

semangat untuk belajar…………….

semangat untuk ngaji………………….

serta semangat untuk nge_blog

harus ada perubahan dalam hidup ini…..

berusaha keras melawan stagnansi dan degradasi……….

kejar dan terus mengejar impian di masa depan……

menggapai semua impian tuk membuatnya menjadi sebuah kenyataan…….

bismillah, bismillah dan bismillah Allahu Akbar!!!!!

 

UJIAN NASIONAL, TIDAK PERLU DIHAPUS

20 Juni 2013 1 komentar

UNAS atau disebut UN adalah sebuah evaluasi dari pemerintah atau puspendik untuk mengetahui mutu pendidikan antar daerah dan mengetahui seberapa tingkat kemampuan anak didik dalam menyerap pendidikan selama 3 tahun di lembaga pendidikan masing-masing siswa, unas ditujukan kepada siswa yang duduk dibangku dasar dan menengah, UNAS juga dapat menjadi acuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Tapi akhir-akhir ini permasalahan tentang UNAS kembali muncul ke permukaan  setelah pemerintah mengganti nama dari EBTANAS  menjadi UNAS yang berdampak juga pada sistemnya,dari kelulusan yang ditentukan oleh sekolah menjadi  mutlak di tangan pemerintah, yang menyebabkan tekanan mental pada peserta didik,banyak dari mereka yang mengeluhkan nasib mereka yang hanya ditentukan oleh 4 hari selama UNAS berlangsung dan tidak berbanding lurus dengan jerih payah mereka menuntut ilmu selama kurang lebih 3 tahun, akibat tekanan berat ini banyak siswa yang selalu tampil sebagai bintang kelas selama penerimaan hasil belajar menjadi merasa bodoh dan kesulitan selama UNAS berlangsung,mereka menjadi merasa tidak percaya diri dengan ilmu yang ia peroleh selama kurang lebih 3 tahun, hasilnya sebagian dari mereka  harus mengikuti ujian susulan untuk mendapatkan surat tanda lulus dari pemerintah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya,inilah yang menyebabkan penyakit menular dari generasi ke generasi, dari kakak kelas ke adik kelas ke adik kelasnya lagi begitulah seterusnya, setiap hari mereka selalu membayangkan kegagalan yang akan mereka dapat dari pelaksanaan unas, kegagalan kakak kelas menjadi momok yang sangat menakutkan bagi adik kelas, bagaimana jika saya juga gagal? Mungkin Itulah pertanyaan yang setiap hari memenuhi pikiran para adik kelas ketika mengetahui kegagalan yang menimpa kakak kelas mereka. Bagaikan tekanan yang diwarisi dari kakak kelas. Di sisi lain banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab

sumber : GOOGLING

sumber : GOOGLING

memanfaatkan momen satu tahun sekali ini, mereka mencari nafkah haram dengan memperjualbelikan kunci jawaban soal ujian Negara entah kunci yang mendekati asli atau mungkin palsu sama sekali, disaat para peserta UNAS sedang sibuk mempersiapkan mental dan fikiran mereka untuk tampil di ujian Negara mereka dikejutkan dengan beredarnya kunci jawaban soal lewat alat komunikasi yang secara tidak langsung mempengaruhi konsentrasi mereka dalam belajar, mereka beranggapan kunci jawaban “ramalan” tersebut dapat menyelamatkan mereka dari perang melawan soal, akhirnya mereka menggantungkan nasib mereka di secarik kertas atau segenggam telepon untuk menghadapi kondisi seperti ini,menjelang unas, mereka lebih asyik keluar mencari 50 susunan huruf daripada belajar dan berdoa,mereka berfikiran banyak kunci jawaban “ramalan” lebih baik daripada menghafal satu rumus. Tiba di hari mereka mendekati perang, mereka mempersiapkan mental juang dan optimisme ”palsu” mereka dengan disokong secarik kertas atau segenggam telepon di saku atau lebih nekatnya lagi membuat susunan huruf di paha mulus mereka. Akhirnya dengan keyakinan “setengah-setengah” mereka dalam mengerjakan soal, mereka mendapat pukulan telak yaitu kegagalan mereka dari penentu nasib tiga tahun tersebut, korban berjatuhan mulai dari anak polos,anak pintar,lugu,pendiam bodoh dll. tapi di sisi lain ada juga yang berbangga hati karena mendapatkan nilai diatas rata-rata berkat kunci jawaban “ramalan” yang mendekati asli tersebut, ada juga permasalahan UNAS lain seperti joki UNAS, ujian ditunda, soal ketukar, pendistribusian kunci “ramalan” oleh pihak sekolah, kompromi antara pengawas dan pihak sekolah dll. Semua itu disebabkan dari ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dan pandai (licik) dalam memanfaatkan situasi seperti ini, sehingga banyak siswa  termakan omongan para oknum yang akhirnya menjerumuskan mereka ke jurang kegagalan, sehingga muncul gambaran yang memojokkan pemerintah yaitu pemerintah tidak becus menangani masalah UNAS dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pada akhirnya muncul pernyataan “UNAS GAGAL” atau lebih parahnya “HAPUS UNAS”.

Semua permasalahan itu kita tidak bisa memvonis murni kesalahan pemerintah, perlu adanya saling mendukung dari pihak masyarakat dan pemerintah, UNAS itu penting karena dapat meningkatkan mutu pendidikan daerah, jangan hanya melihat UNAS dari segi negatifnya tapi lihat juga manfaat UNAS bagi kemajuan pendidikan bangsa, bayangkan bila proses belajar di sekolah tanpa evaluasi dari Negara, pendidikan akan kacau karena daerah yang tertinggal pendidikannya akan semakin tertinggal sehingga

sumber : GOOGLING

sumber : GOOGLING

mengakibatkan diskriminasi pendidikan antar daerah. Ujian Negara itu sudah ada sejak zaman nabi konghucu 2500 tahun lalu, menurut konfusius tidak ada ceritanya sekolah tanpa menggunakan ujian, begitu juga tidak ada belajar tanpa evaluasi, lagi pula UNAS bukan satu-satunya komponen penentu kelulusan siswa, UNAS menempati 60% penentu sedangkan 40% sisanya adalah komponen penyelesaian program pendidikan, serta harus lulus ujian sekolah, kebanyakan siswa sekarang lebih memilih cara instan, inginnya tanpa UNAS dan UJIAN SEKOLAH tapi dapat lulus dengan nilai memuaskan, pelaksanaan UNAS harus terus berjalan dan diperlukan dengan diimbangi perbaikan teknis dan disempurnakan dari tahun ke tahun, jadi UNAS ITU PERLU.

hari pahlawan.

10 November 2012 Tinggalkan komentar

SUMBER : GOOGLE

Hari ini, kita semua memperingati hari yang sangat bersejarah  bagi seluruh rakyat Indonesia karena hari ini adalah hari pahlawan. Hari dimana kita wajib menyisihkan waktu sejenak hanya untuk sekedar memberikan sebuah penghormatan kepada para pahlawan yang telah rela berjuang untuk mendapatkan sebuah Negara yang merdeka. Mereka berjuang dengan bermodalkan tekad yang kuat dan hati yang tulus untuk merebut kemerdekaan, mereka mengorbankan seluruh jiwa, raga, dan tenaga mereka untuk membebaskan bumi pertiwi dari tangan para penjajah.

SUMBER: GOOGLE

Tanpa memperdulikan kepentingan diri sendiri, golongan, etnis, mereka berkumpul dan bersatu dengan semangat nasionalisme yang tinggi  untuk mengusir para penjajah dari bumi pertiwi ini. Jasa mereka sungguh luar biasa bagi Negara kita mungkin tanpa perjuangan mereka kita tidak akan merasakan kemerdekaan selama 67 tahun tanpa kucuran keringat mereka kita tidak akan pernah melihat Negara republic Indonesia yang sperti sekarang ini, tanpa tetesan darah mereka kita belum tentu melihat upacara 17 agustus-an, dan tanpa nyawa mereka juga kita takkan pernah merasakan nikmatnya sebuah kebebasan tanpa harus dikekang oleh penjajah yang keji.

SUMBER: GOOGLE

Para pahlawan telah mewariskan semua mimpi-mimpinya kepada kita semua, kini tinggal kita apakah ingin mempertahankanya dan meneruskan perjuangannya  atau sebaliknya ingin menghancurkannya agar mimpi tersebut hilang tertelan zaman. Mereka mewariskan sebuah Negara yang merdeka untuk kita tempati dengan haarapan kita dapat meneruskan lamgkah perjuanagan mereka untuk terus membuat Negara yang benar-benar merdeka tanpa ada unsure-unsur penjajahan.

SUMBER: GOOGLE

Marilah kita bersama untuk bersatu untuk meneruskan semua  langkah perjuangan yang telah dicontohkan oleh pahlawan pahlawan kita. Mari kita berbuat sesuatu yang bisa membuat mereka tersenyum bangga di atas sana karena perjuangan suci kita. jangan buat mereka menangis melihat tingkah laku kita yang tak pernah mencerminkan sebagai seseorang yang beradab.  Hargai jasa-jasa mereka, tirulah semagat pejuangan mereka yang terus berkobar hingga akhir hayat mereka.

SUMBER: GOOGLE

Yang terakhir marilah kita mengheningkan cipta dengan menundukkan kepala kita untuk mengenang semua jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita “mengheningkan cipta, mulai!”

seperti apa ya???…………

3 Desember 2011 Tinggalkan komentar

al-ummah

hidup memang tidak mengenal siaran tunda apalagi siaran ulang. semua akan melangkah, berjalan dan berlari entah kita siap atau tidak. berbicara hidup kita tidak bisa melepaskan apa yang namanya usia atau umur
umur adalah kumpulan detik-detik, deretan menit-menit, bentangan jam demi jam yang berjalan linier dengan hari demi hari dan aakhirnya bermuara menjadi bulan dan tahun. dan itu semua adalah hakikat waktu. tapi berapa banyak dari kita yang menyadari hal itu.
kita lahir sebagai bayi, selang beberapa bulan menjadi baby yang lucu. merajut tahun menjadi balita yang menggemaskan. dan akhirnya kita menjadi anak yang sedikit banyak tahu hawa dunia. ketika kecil mungkin kita sempat berpikir, enak ya menjadi remaja?
dan masa itupun terlampui. namun benarkah enak seperti yang kita bayangkan dulu. tentu ini semua bergantung pada pengalaman kita masing-masing. Dan pada masa ini kita juga berpikir, enak ya menjadi orang lebih tua?
Dan masa itupun sekarang kita lampui. namun apakah enak seperti yang kita pikirkan?.inilah yang menghantu pikiranku. ketika SD berpikir enak ya menjadi SMP, dan ketika SMP berpikir enak ya menjadi anak SMA dan ketika SMA berpikir enak ya menjadi mahasiswa. Dan ketika mahasiwa berpikir enak ya menjadi orang sudah bekerja mapan dan berpenghasilan. ini yang mengusik pikiranku menginjak seperempat abad aku menghirup udara dunia.

 

sumber : catatan facebook kang heri setiawan or http://setia1heri.wordpress.com

%d blogger menyukai ini: