Arsip

Archive for the ‘inspirasi’ Category

Kisah Hikmah : Setetes Madu di Atas Tanah

24 Agustus 2014 Tinggalkan komentar

Ini cerita ane dapet dari Grup WasAp ODOJ472 . ceritanya sangat inpiratif  makannya ane pengen nge-share sama brader n sister. tanpa banyak berucap kata silahkan di baca ya!

sumur pict : aslimadu.com

sumur pict : aslimadu.com

Datang lah seekor semut kecil, lalu dia beranjak pergi.

Namun rasa manis madu sudah memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. setelah itu baru dia akan beranjak pergi.

namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya.

Dia pikir, kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisamenikmati manisnya madu, lagi dan lagi.

Maka masuklah si semut, tepat di tengah tetesan madu.

Ternyata? badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengah tanah.

Dan…….

Tentu saja tidak bisa bergerak.

Sungguh Malang nasib si semut, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya.

Mati dalam kubangan setetes madu.

 

Yang demikian analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab “Hakikat apa-apa kenikmatan dunia melainkanbagai setetes besar dari madu. Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat. Namun bagi siapa yang menceburkan diri kedalamnya, ia akan binasa”

 

Barakallah semoga berfaedah! ^_^

Kisah Hikmah : Lomba Meniup Monyet

7 Maret 2014 2 komentar

Dikisahkan seekor monyet sedang bergelayutan di pucuk pohon kelapa. Dia tidak menyadari kalau ia sedang diintai oleh tiga jenis angin besar… Angin Tornado, Angin Bahorok, dan Angin Topan. Tiga angin ini rupanya ingin bertaruh siapa yang bisa paling cepat menjatuhkan si monyet dari atas pohon kelapa.

sumber : googling

sumber : googling

Angin topan berkata “Aku cuman perlu waktu 45 detik untuk menghempaskan monyet tersebut ke tanah” dengan nada sombong.

Angin bahorok pun tak mau kalah, dia berkata”Kalau aku cuman butuh waktu 30 detik untuk menjatuhkan monyet itu ke tanah” tantangnya

Sedangkan angin Tornado, dengan nada yang mengejek berkata “hah…. aku cuman butuh waktu 15 detik untuk menjatuhkan monyet itu”

lalu dimulailah pertaruhan mereka bertiga untuk menjatuhkan monyet dari atas pohon kelapa.

sumber : googling

sumber : googling

Angin topan yang pertama memulai, dia bertiup dengan sekencang-kencangnya… wusss…..wusssss…wusssssss. Merasa ada angin yang bertiup kencang, si monyet tersebut langsung berpegangan erat pada batang pohon kelapa dengan sekuat-kuatnya…

setelah berusaha meniupkan angin yang kencang, ternyata si monyet tidak juga jatuh. dan angin topan pun menyerah.

kini giliran angin bahorok maju, ia bertiupa sekencang-kencangnya wusssss……wussssss…..wusssssss….wussssssss. ia menambahkan lagi kekuatan untuk meniup angin sekuat mungkin namun si monyet tetap diam tak bergerak dengan tangan memegang erat batang pohon kelapa. karena merasa gagal, angin bahorok pun menyerah.

terakhir, giliran angin tornado yang bertiup. ia bertiup lebih kencang dan lebih keras dibandingan angin topan dan bahorok…wusssss……………wusssssss…………….wussssss………………wusssssss……………..wussssss……………….wusssssss. merasa ada angin yang bertiup lebih kencang si monyet pun semakin kencang pula memegang batang pohon kelapa. dan tetap saj ia tidak jatuh.

sumber : googling

sumber : googling

ketiga angin tersebut akhirnya menyerah dan mengakui, kalau si monyet memang hebat, tangguh dan daya tahannya luar biasa. Namun tidak berapa lama datanglah angin sepoi-sepoi  dan ia mengutarakan keinginannya untuk bertaruh dengan 3 angin kencang tersebut. ternyata niat angin sepoi-sepoi hanya dijadikan bahan ejekan dari ketiga angin lainnya.

“angin yang besar macam kami bertiga saja tidak bisa menjatuhkan si monyet apalagi yang bertiup kecil macam dirimu”kata ketiga nagin besar

Tanpa banyak bicara, angin sepoi-sepoi berhembus dan meniup ubun-ubun si monyet  wusssss…wuuussssss merasa keenakan ubun-ubunya di tiup angin mata si monyet merem melek tidak lama si monyet merasakan kantuk dan mulai tertidur tanpa disadari pegangan si monyet pada batang pohon kelapa mulai terlepas perlahan dan kemudian jatuh lah si monyet ke tanah.

 

sungguh inspiratif bukan? sahabat boleh jadi ketika kita di uji dengan kesusahan, dicoba dengan penderitaan. di dera malapetaka. kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya, namun ketika diuji dengan kenikmatan, kesenangan, kelimpahan serta pujian saat itulah kita terjatuh

so, jangan sampai terlena dan tetap rendah hati dan mawas diri.

baca juga nawak :

Kisah Hikmah : Semoga Itu Baik.

28 Februari 2014 Tinggalkan komentar

Alkisah ada seorang Raja yang senang berburu ke hutan. Setiap kali dia pergi berburu, Ia selalu ditemani oleh sahabatnya yang terkenal dengan kebijaksanaannya.

Setiap kali Raja menemui sesuatu yang tidak menegenakkan, Sahabatnya selalu berkata, “SEMOGA INI BAIK” kata-kata tersebut selalu dia ulangi pada saat kejadian yang secara kasat mata adalah kejadian yang buruk.

sumber : googling

sumber : googling

Pada suatu hari si Raja ingin berburu. Lalu berangkatlah Si Raja dengan sahabatnya sambil di temani para pengawal kerajaan menuju hutan. disini sesuatu terjadi, jari raja terpotong karena raja kurang berhati-hati dengan senjata yang di buatnya untuk berburu. Darah pun mengucur deras lalu si sahabat tadi menghampiri si Raja dan berkata “SEMOGA INI BAIK”.

Mendengar kata tersebut dari sahabatnya, Si Raja naik pitam, dia emosi mendengar kata dari sahabatnya yang tidak menunjukkan sikap simpati dan empatinya kepad sang Raja. Kemudian Sang Raja memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakan sahabatnya ke dalam sel kerajaan.

Dan benar saja, sahabatnya  di bawa oleh para pengawal dan dia di kurung di dalam sel kerajaan. Sang Raja bertanya kepada pengawal yang tadi Ia suruh memenjarakan sahabatnya, “apa yang ia (sahabat sang Raja) katakan ketika kalian mengunci pintu penjara?” dan pengawalnya tersebut menjawab. “ia hanya mengucapkan “SEMOGA INI BAIK”.

Suatu ketika raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya dan ia tidak membawa sedikit pengawal. hari itu raja berburu di hutan yang berbeda, oleh karenanya Sang Raja tersesat di hutan tersebut. Sedangkan di hutan ini berpenghuni suku yang menyembah benda mati dan setiap mengadakan upacara ritual suku ini mengorbankan orang kepada sesembahannya tersebut.

Raja pun tertangkap oleh suku tersebut. dan dia akan dijadikan tumbal untuk sesembahan suku tersebut. namun saat di periksa didapati bahwa jari raja yang kurang lengkap akibat terpotong pada waktu berburu bersama sahabatnya dulu, Ketua suku tersebut menolak untuk menjadikan Raja sebagai  tumbal sesembahan. Sebab seseorang yang dijadikan tumbal sesembahan haruslah yang sempurna.

Raja kemudian dibebaskan dan kembali ke istananya. akhirnya siRaja menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. karena merasa bersalah si Raja membebaskan sahabatnya dari dalam penjara. dan raja bertanya “Ketika engkau mengatakan “Semoga Itu Baik, saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi di sembelih untuk sesembahan karena fisikku yang tidak sempurna, sekarang saat engkau di penjara, apakah kebaikan itu?”

sahabat mejawab “andai kata itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai tumbal sesembahan karena saya mempunyai fisik yang lengkap ”

di saat kita musibah menimpa kita sebaiknya kita tabah menghadapi karena kita tidak tahu ada hikmah apa yang terselip dari musibah yang menimpa kita. percayalah bahwa Allah itu Maha mengetahui Segala Sesuatu. so Optimislah!!

disadur dari Temen WA Akh Hoky

Baca Juga Nawak :

Ketakutan Anak Kecil Pada Neraka

8 November 2013 Tinggalkan komentar

ketika ane baca-baca buku  di kamar kontrakan ane, ane nemuin sebuah buku berjudul “Bunga Rampa VOL.1” buku ini merupakan kumpulan cerita-cerita hikmah yang dikumpulin oleh MS Muslim Studi (FSLDK FE UM). langsung saja gan ini cerita yang menurut ane unik dan menggetarkan jiwa :

sumber : googling

sumber : googling

Dalam sebuah riwayat menyatakan bahwa ada seseorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai. ketika sedang berjalan di tepi sungai dia melihat seorang anak kecil sedang mengambil air wudhu sambil menangis sesenggukan.

Lalu laki-laki tua itupun mendekati anak kecil yang tengah menangis tersebut, dan dia pun berkata, “Wahai anak kecil mengapa engkau menangis sesenggukan seperti ini?”

Maka berkata anak kecil tersebut, ”Wahai pak tua saya tadi telah membaca ayat-ayat suci Al-Quran hingga sampai pada suatu ayat yang berbunyi, “Yaaayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum” yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu” karena ayat tersebut saya menangis karena saya takut akan dimasukkn ke dalam api neraka.”

Kemudian orang tua tersebut berkata, “Wahai anak kecil, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan kedalam api neraka”

sumber : googling

sumber : googling

si anak kecil menjawab “Wahai pak tua, pak tua merupakan orang yang pandai, tidaklah pak tua lihat jika ada orang yang ingin menyalakan api maka yang pertama yang mereka letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka baru mereka letakkan  kayu yang besar, jadi pastilah diriku yang kecil ini yang akan dibakar dahulu sebelum orang dewasa”

Lalu Orang tua tersebut berkata sambil menangis, “Sungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti”

 

gimana nawak, bagaimana dengan kita yang sudah dewasa ini?

Baca Juga Gan! :

Kisah Hikmah : Keikhlasan Tukang Sol Sepatu Keliling

19 Oktober 2013 Tinggalkan komentar

Gambar

Cuaca hari itu begitu panas. seorang laki-laki tua bernama Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan kota meropolitan demi menyambung hidup.

Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti itu pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.

Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah saja mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wah mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“Maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”

“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”

Ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“Tapi ini terlalu banyak mas”

“Saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

 

subhanallah sungguh maha suci Allah, dari cerita diatas yang ane sadur dari saudara al.irsyad.zbidy yang  begitu banyak manfaat serta pembelajaran yang kita dapat dari sebuah kisah hikmah di atas. digambarkan seorang kakek yang senantiasa istiqomah menjalankan pekerjaannya dengan ikhlas dan jujur walaupun sebagai seorang tukang sol sepatu keliling ia tetap semangat untuk terus bekerja demi menyambung hidup. semoga cerita di atas dapat memberi semangat baru untuk kita tetap selalu istiqomah menjalankan aktifitas sehari-hari kita dengan semangat tanpa terucapa sebuah keluh kesah dari mulut ini. amin….amin… amin…. Ya ALLAH SWT.

Mari Semangat Lagi Nawak

19 Oktober 2013 Tinggalkan komentar

Image

 

Bismillah mulai hari ini ane harus semangat!

semangat untuk kuliah……….

semangat untuk belajar…………….

semangat untuk ngaji………………….

serta semangat untuk nge_blog

harus ada perubahan dalam hidup ini…..

berusaha keras melawan stagnansi dan degradasi……….

kejar dan terus mengejar impian di masa depan……

menggapai semua impian tuk membuatnya menjadi sebuah kenyataan…….

bismillah, bismillah dan bismillah Allahu Akbar!!!!!

 

KISAH HIKMAH: KISAH LAKI-LAKI PEMINJAM 1000 DINAR

28 April 2013 5 komentar

images

Pada zaman dahulu akla ada seorang laki-laki bani israil yang meminta kepada seorang bani israil lainnya agara meminjamkannya seribu dinar. Maka berkatalah si pemilik uang tersebut,”datangkan saksi dan penjamin untukku.”

Laki-laki peminjam tersebut berkata”Allah-lah yang menjadi saksi dan penjaminku”

Si pemilik uang tersebut  pun berkata,”engkau benar”. Lalu ia menyerahkan uang itu sampai waktu yang ditentukan.

Kemudian, si peminjam itu berlayar  dan menyelesaikan urusannya. Pada waktu yang telah ditentukan untuk melunasi hutangnya, dia mencari kapal yang akan membawanya berlayar kepada temannya untuk melunasi hutangnya. Namun, dia tidak mendapatkan kapalnya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil sebuah kayu lalu melubanginya dan memasukkan seribu dinar itu ke dalamnya di sertai sehelai surat kepada sahabatnya. Kemudian ia membawa kayu tersebut ke laut. Dia pun berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu bahwa kau pernah meminjam dari si fulan seribu dinar, lalu dia meminta jaminan serta saksi. Maka aku katakan ,’cukuplah Allah sebagai penjamin dan saksi’ dan dia pun ridha. Sesungguhnya aku sudah berusaha sungguh-sungguh mencari kendaraan untuk menyerahkan hak ini kepadanya, namun akau tidak kuasa. Dan saya titipkan uang ini kepada Engkau Ya Allah.”

Si laki-laki itu melemparkannya kayu itu ke laut. Kemudian dia pulang dan tetap mencari kendaraan untuk menuju negeri sahabatnya.

Sementara orang yang meminjamkan uang itu keluar dan menunggu-nunggu, barangkali ada kendaraan membawa hartanya. Ternya setelah berlama-lama menunggu ternyata tidak ada, namun yang ia temukan hanya sepotong kayu di pinggir pantai dekat rumahnya. Dia pun mengambil kayu tersebut dengan maksud menggunakannya sebagai kayu bakar di rumah. Setelah menggergaji kayu tersebut, maka jatuhlah sebuah surat dan seribu dinar.

Kemudian, beberapa waktu datanglah seorang yang dahulu ia pinjaminya uang sambil berkata, “Demi Allah , saya sudah berusaha mencari kendaraan untuk melunasi pinjaman seribu dinarmu ini.” Ujarnya sambil mengeluarka uang seribu dinar.

Si pemilik uang tersebut berkata,”apakah engkau mengirimkan saya sesuatu?”

Kata si peminjam itu, “saya terangkan kepadamu, bahwa saya tidak menemukan kendaraan sebelum saya datang ini”

Laki-laki pemilik uang itu berkata kembali,”sesungguhnya Allah telah menunaikan hutangmu, dengan harta yang engkau kirimkan dengan sebatang kayu. Terima kasih sahabatku dan bawalah seribu dinarmu itu.”

Sebuah kisah yang menakjubkan. Betapa tidak. Di saat kebanyakan manusia lupa dengan amanah yang dipikulnya, menelantarkan hak yang wajib di tunaikannya, kisah ini menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi orang-orang yang mau memperbaikai dirinya.

Kesungguhannya untuk menunaikan amanah, di lihat oleh Allah. Sehingga Allah kirimkan kepada sang peminjam sepotong kayu yang hanyut di bawa gelombang.

Alangkah langkanya amanah ini di zaman kita ini.

 

Disadur dari: majalah nurul hayat edisi 105 (kisah himah)

%d blogger menyukai ini: