Arsip

Archive for the ‘informasi dekensa’ Category

Met Hari Jadi Kota Tuban Ke-720

12 November 2013 Tinggalkan komentar

 

hari jadi tuban ke-720

hari jadi tuban ke-720

wah kagak tau nih ane kalau hari ini Kota kelahiran ane Kota Tuban merayakan hari jadinya yang ke-720 (wah ternyata uda tua banget wkwkwkwk 🙂 🙂 ) waktu buka twitter eh temen-temen pada uda  ngucapin hari jadi kota Tuban ke-720.

gapura_batas_kota

gapura_batas_kota

selamat hari jadi kota tercintaku walaupun sekarang ane tinggal di malang namun engkaulah kota pertamaku, kota kelahiranku, yang selamanya takkan tergantikan. semoga di umur yang ke-720 engkau menjadi kota yang lebih baik, lebih maju, dan lebih religius

blogger Tuban

blogger Tuban

ayo para arek-arek Tuban mari kita bangkit dan berjuang untuk membanggakan kota Tuban tercinta, buat semua orang tahu  kota Tuban bukan sekedar kota Tuak tetapi kota yang memiliki pontensi-potensi yang besar.

pict bonus :

Masjid Agung Tuban

Masjid Agung Tuban

#happy bornday Tuban Rezpector City ke-720

baca juga, Ker! :

kemarau datang lagi!

24 September 2012 1 komentar

Panasnya bulan-bulan seperti saat ini mengakibatkan kekeringan terjadi di berbagai daerah di Indonesia, seperti halnya  di  provinsi Jawa timur kabupaten Tuban , di Tuban sendiri terdapat berbagai daerah yang mengalami kekeringan , contohnya  desa ane  ane yang juga terkena imbas dari musim kemarau tahun ini, namun Alhamdulillah  kekeringan yang terjadi tidaklah separah seperti yang ada di daerah –daerah lain. Jika di daerah yang  lain harud turun gunung dan naik gunung untuk mencari sumber mata air berbeda dengan warga di desa ane cukup hanya mengantri di sumur besar (sumur jubin warga kami biasa menyebutnya).

Antriannya pun tidak terlalu panjang mungkin hanya 5-6 orang yang mengantri beda dengan daerah lain yang antriannya panjang bahkan ada juga yang sampai 1km. ane dan keluarga ane pun terkena imbas kemarau tahun ini, mesin pompa air yang ada di rumah terpaksa tidak digunakan karena debit air yang menurun, dan terpaksa ane dan ibu ane mengambil air di sumur besar(ngangso, biasa orang kami menyebutnya)  namun syukur jaraknya begitu dekat 20m dari rumah namun walaupun begitu terasa berat.

Namun pekerjaan tersebut ane lakoni  cuma sehari saja, karena sumur pompa yang dirumah telah diperbaiki oleh bapak jadi ane tidak usah repot-repot bawa ember untuk ngangso lagi. Bila dibandingkan 2007-2008 tahun lalu kekeringan tahun ini tidak sebegitu parah tahun tersebut. Ditahun 2007-2008, kekeringan menyebabkan sungai bengawan solo mengalami surut yang luar biasa bahkan hingga kering dan hanya menyisakan kubangan-kubangan air. Namun di tahun ini kondisi sungai mengalami penurunan debit air yang lumayan banyak tapi tidak sampai kering kerontang seperti tahun 2007-2008 yang telah lalu.

Karena Kondisi sungai yang surut terus-menerus maka terbentuklah semacam pulau pasir itepi-tepi sungai bahkan ada juga yang terletak di tengah-tengah sungai,  ya…….seperti lautan pasir yang ada di gunung bromo itu (he…..he……he……). nah fenoma ini menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang, nah…., ketika mulai sore banyak orang-orang yang  bermain di sungai, mulai dari orang tua, remaja, dan anak-anak semua tumpah menjadi satu, ada yang maen bola, berenang, kejar-kejaran, mencari kerang, atau hanya sekedar duduk manis melihat sekeliling.

Namun saat ini ane belum pernah maen kesungai jika sore hari, soalnya ane sibuk membantu ibu dirumah, jika masih kecil dulu sih, tepat pukul 4 sore ane dan adhik ane langsung  pergi kesungai untuk maen bola bersama teman-teman. Kemudian berenang bersama-sama. Namun semua itu dulu, sekarang  kan sudah besar jadi harus bisa bantu-bantu ibu.

Oh ya, walaupun dalam keadaan kekeringan seperti ini, pra petani di desa ane masih sibuk menggarap sawah mereka, mereka tidak khawatir mengenai kondisi air karena sudah ada irigasi yang  akan menyalurkan air dari sungai ke sawah-sawah mereka. Itulah kegunaan irigasi di musim kemarau, jika di musim hujan irigasi tidak akan di opersikan dikarenakan air hujan sudah dapat mencukupi kebutuhan air untuk sawah para petani. Hal tersebut yang membuat sebagian warga desa kenongosari ini menjadi petani.

OPRAK, yuk!!!

9 Agustus 2012 Tinggalkan komentar

sumber : googling

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan bebagai macam tradisi, budaya dan sebagainya, yang dapat kita jumpai pada saat bulan ramadhan ini, banyak  sekali tradisi-tradisi yang digelar untuk menyambut maupun memeriahkan bulan yang suci ini, diberbagai daerah baik itu di kota maupun di desa semua mempunyai cara tersendiri untuk menyemarakkan bulan nuzulul qur’an ini, begitu juga di desa ane, banyak sekali tradisi yang digelar untuk menyambut bulan puasa seperti  megengan, unggahan dll pokoknya banyak deh! Namun kali ini ane enggak  cerita panjang lebar soal itu namun ane akan mengupas  salah satu tradisi di desa ane, desa kenongosari, yang sering disebut oprak . apa itu oprak? mungkin itu adalah pertanyaan yang muncul di benak dulur-dulur semua ,karena ane yakin kata-kata itu masih asing ditelinga dulur semua.  okelah lurd! Ane kasih tau. Oprak merupakan salah satu tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh remas alias remaja masjid,surau atau langgar (biasa orang desa kami menyebutnya) yang bertujuan  membangunkan orang-orang untuk makan sahur, nah sudah tahu kan apa itu oprak?, saya yakin di semua daerah di Indonesia pasti ada tradisi demikian, mungkin yang beda Cuma namanya doang.

sumber : googling

Selain dikenal dengan nama oprak ada juga istilah lain seperti uklik atau klothekan. Untuk sejarah oprak, ane masih kurang begitu tahu nih, lurd! Soalnya udah dari dulu ada yang namanya oprak, waktu bapak gue masih kecil juga sudah ada oprak (mungkin peninggalan nenek moyang kaleee! He….he…he….). nama oprak diambil dari suara kentungan yang dimainkan secara bersamaan dan menghasilkan bunyi prak….prak…prakk…….dan semenjak itulah masyarakat sekitar desa kami memanggilnya oprak.

sumber : googling

Dulu ane juga pernah menjadi anggota oprak, lurd, ketika itu ane masih duduk dibangku kelas enam SD, namun sekarang ane udah enggak soalnya udah kagak pernah nginep di langgar lagi. Kalu dulu sih Biasanya ane dan anak-anak didesa kami memainkan oprak pada pukul 02.00 dengan berjalan kaki mengelilingi desa, dengan membawa seperangkat alat oprak yaitu kentungan , jerigen bekas, dan besi. Untuk kentungann yang dipilih harus mempunyai suara yang berbeda dengan yang lainnya agar enak didengar, sedang jerigen bekas digunakan sebagai penghasil suara dug atau istilahnya sebagai bedug lah, sedangkan besi bekas digunakan untuk menghasilkan suara ting. Nah kalau sudah semua alat music itu dipadukan maka timbulah suara yang enak didengar dan yang pasti rame untuk membangunkan orang-orang agar pada makan sahur.

Namun akhir-akhir ini banyak orang yang mempunyai tanggapan negative terhadap oprak, mereka berkomentar bahwa oprak hanya mengganggu tidur mereka (khususnya untuk mereka yang rumahnya dekat jalan ) mereka juga mengatakan begini”sekarang kan sudah ada alarm dan hp mengapa harus oprak lagi”. Kalau dipikir-pikir nih perkataan ini ada benernya juga lurd! Namun walaupun begitu  ane sebagai mantan anggota oprak tetap ngerasa kalau enggak ada oprak ramadahan kagak bakal rame. Setuju lurd????? Setujuu!!!!!. Dan syukurnya disetiap kali ane terbangun atau nglilir kata orang jawa , ane masih denger suara anak-anak yang meneriakan sahuur……sahurr…….sahuuuur…….dengan diiringi  suara pukulan alat-alat oprak. Dan ane juga bersyukur ramadhan kali ini lebih rame dibanding ramadhan tahun lalu

sumber : googling

 

Silsilah Desa Kenongosari

10 September 2011 2 komentar


Desa kenongosari terletak di wilayah Negara Republik Indonesia lebih tepatnya diprovinsi Jawa timur,kabupaten Tuban,kecamatan Soko terletak paling timur,disebelah utara desa ini berbatasan dengan kecamatan Rengel,disebelah barat berbatasan dengan Desa Sandingrowo dan Desa Pandanwangi sedangkan disebelah timur dibatasi oleh sungai yang terpanjang sepulau Jawa yaitu Bengawan Solo,

sungai inilah yang menjadi tapal batas antara dua kabupaten yaitu kabupaten Tuban dan kabupaten Bojonegoro.Desa Kenongosari dibagi menjadi 3 dusun yaitu;kenongo kidul,kenongo lor(ambeng-ambeng)dan kali rejo.Kondisi alam di desa ini amatlah subur banyak sawah yang terbentang luas,disini sebagian besar penduduk di desa Kenongosari ini adalah petani,biasanya petani di desa ini memanen hingga 3 kali tapi apabila banjir bias panen hanya 2 kali,memang setiap tahun pada musim hujan,desa ini sering dilanda banjir,apalagi banjir pada waktu tahun 2007 yang lalu sangat dashyat banyak warga desa ini yang mengungsi kerumah sanak keluarganya yang tidak terkena banjir .Bila dibandingkan dengan tahun 2008 masih aman yang tahun 2008 yang sebagian besar rumah penduduk desa Kenongosari hanya terendam sampai perut orang dewasa tapi alhamdulillah di tahun 2009 dan 2010 sudah tidak ada banjir lagi,dan kami masih bersyukur hanya seperti itu bila dibandingkan lagi dengan kabupaten Bojonegoro banyak rumah yang tenggelam dan hilang karena banjir Bengawan Solo.

Desa ini juga pernah dilanda kekeringan pada tahun 2008,sungai yang terpanjang sepulau Jawa itu kering kerontang hingga terlihat dasarnya dan hanya ada beberapa lubang-lubang yang masih menyisakan sedikit air,untuk mencari air warga dusun cowe’an mengambil air dari sumur yang ada di mushola Al-adhim dengan cara antri,pada waktu itu bertepatan dengan buln puasa,setiap habis sahur kamimengambil air di mushola untik mandi dan mencuci,kegiata tersebut berlansung hingga musim kemarau usai.Kondisi ekonomi di desa Kenongosari ini memang bias dikatakan makmur walaupun juga ada warga yang miskin .Untuk masalah agama 100% warga desa Kenongosari memeluk agama ISLAM/MUSLIM,untuk masalah jalan di desa ini sudah teraspal walaupun ada sedikit yang rusak karena banjir di tahun lalu.Di desa Kenongosari hanya ada beberapa tempat sekolah dintaranya; SDN KENONGOSARI,MADRASAH IBTIDAIYAH AL-FALAH,TK PKK,dan PLAY GROUP “PELANGI”ada juga pendidikan al-quran”ABABIL”.Ada jugaberbagai aliran agama yang ada di desa Kenongosari misalnya;NU,MUHAMMADIYAH,dll,meskipun terdiri dari berbagai aliran agama tapi di desa ini sangat tentram dan tidak menimbulkan perselisihan maupun permusuhan.Di Kenonogosari terkenal dengan silatnya ,karena di desa ini banyak sekali perguruan silat diantaranya;PSHT(yang banyak dianut oleh anak anak ARCHOMA COMMUNITY dan diasuh oleh Didik dkk,KERA SAKTI,PENCAK JAWA, CIPTA SEJATI,oleh karena itu desa ini cukup terkenal dengan pesilat handal.

ARCHOMA COMMUNITY

%d blogger menyukai ini: