Must be Read! Tuhan Maaf, Kami Sedang Sibuk

Tuhan Maaf, kami sedang sibuk

“Tuhan, maaf, kami sedang sibuk. Kami memang takut neraka, tetapi kami kesulitan untuk mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu. Kami memang berharap surga-Mu.”

 

“Tuhan,harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.”

 

“Tuhan, harap maklumi kami, hamba-hamba-Mu yang begitu padat rutinitas, sehingga kami sangat kesulitan mengatur jadwal untuk menghadap-Mu.”

 

“Tuhan, kami sangat sibuk, jangankan berjamaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah memberatkan kami. Jangankan puasa senin-kamis, jangankan ayyamul bidh, jangankan puasa Nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.”

 

“Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan banyak, sehingga kami kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu. Jangankan sedekah,jangankan jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kali terlupa.”

 

“Tuhan, maafkan kami, kekayaan kami belumlah seberapa, kami masih perlu banyak menabung, sehingga kami tidak bisa menyisihkan sebagianrezeki dari-Mu untuk memperjuangkan agama-Mu.”

 

“Tuhan, maafkan kami, kami tidak sempat untuk bersyukur pada-Mu. Jiwa kami beitu rakus. Kami tak berujung puas dengan nikmat-Mu, sehingga kami kesulitan mencari-cari karunia-Mu yang layak kami syukuri.”

 

“Tuhan, maafkan kami orang-orang sibuk. Bahkan kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu.” Kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu.”

 

“Tuhan, urusan-urusan dunia kami amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdo’a, dan mendapatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu.”

 

“Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami, karena kami masih terlalu sibuk.”

 

“Tuhan, maaf, kami terlalu sibuk. Padahal Engkau memerintahkan kami berwudhu untuk membasuh wajah kami yang telah penat memikirkan dunia. Padahal Engkau meminta kami bertakbir ketika jiwa kami terasa letih menggapai cita. Padahal Engkau perintahkan kami bersujud untuk merenggangkan pundak kami yang telah letih memikul amanah.”

 

“Tuhan, maaf, selama ini kami terlalu sibuk. Kami terlau sombong kepada-Mu, seolah kami tak membutuhkan-Mu, mohon cahayai hati kami, guyur jiwa kami dengan hidayah-Mu. Agar jiwa kami ikhlas menuruti tuntunan-Mu. Agar diri ini tegar di saat yang lain terlempar. Agar jiwa ini teguh di saat yang lain runtuh.”

 

“Tuhan, maaf, kami selama ini kami merasa sok sibuk. Padahal Engkaulah yang Maha Sibuk. Kami sering kali telat menghadap-Mu, padahal Engkau tak pernah sekali pun telat memberi kami makan dan minum setiap hari. Kami sering kali lupa menunaikan kewajibanku pada-Mu, padahal Engkau tak pernah lupa menerbitkan mentari di pagi hari. Kami sering lalai mengingat-Mu, padahal Engkau tak pernah sekalipun lalai mempergilirkan siang dan malam. Setiap saat keburukan kami naik disampaikan malaikat-Mu, sementara kebaikan-Mu setiap detik tercurah kepada kami.”

 

“Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang hidup kekal lagi terus-menerus (makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur……….” (QS. Al-baqarah:255)

 

Sumber : Group Whatsapp “isu KAMMI UM beraksi”

sumur pict : www.goodreads.com
sumur pict : http://www.goodreads.com

Dari buku “Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk” yang ditulis oleh Ahmad Rifa’i Rif’an.

 

Pengunjung Yang Bijak Adalah Yang Meninggalkan Jejak. Monggo Dikomeng Y(^_^)Y

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s