Beranda > Geografi > Apa Itu Gempa Bumi?

Apa Itu Gempa Bumi?

Salam sobat, bagi yang berdomisili di Malang dan disekitarnya tadi malam sekitar pukul 20.45 WIB merasakan gempa, nggak?   kalau ane sendiri tidak merasakan adannya gempa namun temen sebelah kontrakan ane bilang katanya dia merasakan getaran gempa. dan  ternyata benar pada pukul 20.45 daerah Malangdan sekitarnya  diguncang gempa.

Gempa berkekuatan 5,4 Skala Richter (SR) terjadi di Malang, Jawa Timur. Getaran gempa dirasakan sejumlah warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (9/3/2014), melansir gempa terjadi pada pukul 20.42 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.

Posisi gempa berada di 115 km tenggara Kabupateng Malang. Belum ada laporan mengenai ada tidaknya kerusakan akibat guncangan gempa.

Sebelumnya gempa terjadi pada pukul 18.49 WIB di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Gempa berkekuatan 5 SR ini terletak di 11.48 LS – 118.84 BT     -(detik.com)

namun alahamdulillah gempa ini tidak menimbulkan gelombang Tsunami. bicara masalah gempa sebenarnya gempa itu apa sih? dan kok bisa terjadi gempa itu gimana?

 

GEMPABUMI

Pengertian 

Gempabumi adalah getaran kerak bumi yang dihasilkan oleh pelepasan energi akibat patahan. Energi yang dilepaskan merambat ke segala arah dalam bentuk Gelombang Primer (Longitudinal), Gelombang Sekunder (Transversal) atau Gelombang Permukaan. Getaran gelombang Primer searah dengan arah geraknya, sedang getaran gelombang Sekunder tegak lurus arah geraknya. Gelombang Permukaan (gelombang Panjang) merambat di permukaan dari episentrum ke segala arah. Ada yang getarannya kesamping kiri-kanan (gelombang cinta, love wave) dan ada yang naik-turun (gelombang Rayleigh). Kebanyakan gempa yang terjadi merupakan kombinasi antara gelombang cinta dan rayleigh, sehingga merusak fondasi dan menyebabkan kerusakan hebat, karena tanah naik turun sekaligus ke samping kiri-kanan pada saat yang bersamaan, seperti yang dirasakan penduduk di Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2006.

 Untitledz

 

Karena jalannya gempa berbelok arah/membiasakibat perbedaan materi di dalam bumi maka pada jarak 1030 sampai 1430dari episentrum gempa tidak tercatat gelombang Primer, sedang gelombang Sekunder tidak tercatat pada jarak 1030 sampai 1800dari episentrum gempa, Daerah ini sering disebut daerah teduh seismik atau daerah bayangan gempa seperi terlihat dalam Gambar  6.2 di atas.

Gempabumi merupakan peristiwa alam yang paling banyak menimbulkan kerugian bahkan menyebabkan korban jiwa, terutama dari perambatan gelombang permukaan. Kerusakan akibat gempa bumi biasanya diikuti bencana sekunder, misalnya kebakaran, terputusnya jalur transportasi, longsor, terputusnya aliran listrik, terputusnya saluran air dan sebagainya. Kerusakan waduk akibat gempa dapat menimbulkan banjir. Demikian pula kalau instalasi nuklir hancur akibat gempa, dapat menimbulkan bahaya radioaktif. Kalau gempabumi terjadi di dasar laut, dapat menimbulkan gelombang tinggi yang disebut tsunami yang sangat banyak membawa korban jiwa, kerusakan, bahkan kapal dapat dihempaskan ke daratan seperti yang terjadi di Aceh pada bulan Desember  tahun 2004.

Sampai saat ini masih sulit untuk meramalkan terjadinya gempa. Karena itu terutama diusahakan memperkecil kerugian yang disebabkan oleh gempa bumi.

A.  Macam-Macam Gempabumi

Gempabumi dapat diklasifikasikan berdasarkan terjadinya, yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik dan gempa terban. Kebanyakan gempabumi yang terjadi di dunia tergolong gempa tektonik.

1)   Gempa Tektonik, adalah gempabumi yang terjadi karena gerak-gerak kerak bumi. Umumnya gerak-gerak kerak bumi yang menimbulkan patahanlah yang menghasilkan gempabumi. Karena itu sering pula disebut gempa dislokasi. Gempa tektonik paling sering terjadi (sekitar 90%), juga paling banyak merusak dan sulit diramalkan.

2)   Gempa Vulkanik, adalah gempabumi yang terjadi karena gerakan magma dari dalam bumi. Goncangannya hanya terasa sekitar gunungapi yang sedang aktif, tidak meluas dan tidak sesering gempa tektonik (sekitar 7%). Sebelum gunungapi meletus biasanya didahului oleh gempabumi dan semakin meningkat mendekati puncak letusan. Demikian juga pada saat letusan berlangsung bahkan sesudah letusan gunungapi, masih terasa goncangan gempabumi.

3)   Gempa Terban/Runtuhan, adalah gempabumi yang terjadi karena adanya longsor atau runtuhnya gua bawah tanah. Goncangannya hanya dirasakan sekitar daerah yang longsor atau runtuh, dan hanya sekitar 3% dari keseluruhan gempa di bumi.

b

  1. Lempeng Indo-Australia bergerak dengan kecepatan 7 cm/tahun ke arah utara, membenam masuk kedalam kerak bumi hingga mendorong ujung lempeng Burma ke bawah. Dorongan itu menghasilkan pergeseran pada titik pertemuan antar lempeng yang disebut “zona dorongan”
  2. Mantel bumi
  3. Lempeng Burma melepaskan tekanan yang didapatnya dari lempeng India menyebabkan terjadinya gempa berkekuatan besar.

bn

m Gempabumi dapat pula dikelompokkan berdasarkan kedalaman pusat gempa, yaitu gempa dangkal, sedang dan dalam. Perhatikan klasifikasi gempa berdasarkan kedalaman hiposentrum dalam Tabel 6 di bawah ini.

Tabel 6. Macam- Macam gempa berdasarkan kedalamannya

Kriteria

K e d a l a m a n (km)

Menurut Dobrein Menurut Allison
Dangkal

< 70

< 60

Sedang

70 – 300 km

60 – 300

Dalam

> 300

> 300 – 720

Menurut Allison, gempabumi terdalam yang pernah dikenal, kedalamannya hanya 720 km di rangkaian pulau-pulau Pasifik. Sekitar 85 – 90% dari semua gempabumi tergolong dangkal, kebanyakan dalamnya kurang dari 8 km. Seringnya terjadi gempa dangkal karena bagian kerak bumi yang aktif mengalami pergeseran adalah bagian atas. Gempa dalam jarang, berkaitan dengan temperatur dan tekanan hidrostatika. Semakin tinggi temperatur dan tekanan hidrostatika semakin lentur batuan, yang berarti titik patahnya juga akan tinggi. Dengan demikian sulit mengalami patahan karena dapat dinetralisir oleh keplastisan batuan. Karena makin dalam makin tinggi temperatur dan tekanan hidrostatika, maka jarang terjadi pusat gempa di lapisan yang dalam. Biasanya gempa dalam dijumpai pada perbatasan lempeng tipe konvergen yaitu pada zone subduksi di mana kerak bumi menunjam ke lapisan bawah.

1)   Gempa dangkal, adalah gempabumi yang hiposentrumnya kurang dari 70 kilometer. Gempa ini paling sering terjadi karena bagian paling atas dari kerak bumi yang paling mobil.

2)   Gempa sedang, adalah gempabumi yang kedalaman hiposentrumnya antara 70 – 300 kilometer.

3)   Gempa dalam, adalah gempabumi yang kedalaman hiposentrumnya lebih dari 300 kilometer. Gempa ini jarang terjadi, hanya dijumpai pada zone subduksi dimana salah satu lempeng membenam masuk ke lapisan dalam.

Apabila episentrum gempabumi yang pernah terjadi digambar dalam suatu peta dunia, ternyata tidak tersebar merata melainkan dalam suatu daerah sempit yang memanjang mengikuti batas lempeng litosfer yaitu sekitar Sirkum Pasifik, Sirkum Mediteran dan pegunungan tengah samudera.

Sumber : Buku Geologi Dasar, JP. Buranda

Baca Juga Nawak :

  1. 26 Mei 2015 pukul 11:14 am

    gempa bumi paling besar berapa sekala rihter?
    terimakasih😉

    Suka

    • 28 Mei 2015 pukul 8:21 pm

      > 8 skala richter itu sudah termasuk gempa bumi terdasyat

      Suka

  1. No trackbacks yet.

Pengunjung Yang Bijak Adalah Yang Meninggalkan Jejak. Monggo Dikomeng Y(^_^)Y

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: