Kisah Hikmah : Semoga Itu Baik.

Alkisah ada seorang Raja yang senang berburu ke hutan. Setiap kali dia pergi berburu, Ia selalu ditemani oleh sahabatnya yang terkenal dengan kebijaksanaannya.

Setiap kali Raja menemui sesuatu yang tidak menegenakkan, Sahabatnya selalu berkata, “SEMOGA INI BAIK” kata-kata tersebut selalu dia ulangi pada saat kejadian yang secara kasat mata adalah kejadian yang buruk.

sumber : googling
sumber : googling

Pada suatu hari si Raja ingin berburu. Lalu berangkatlah Si Raja dengan sahabatnya sambil di temani para pengawal kerajaan menuju hutan. disini sesuatu terjadi, jari raja terpotong karena raja kurang berhati-hati dengan senjata yang di buatnya untuk berburu. Darah pun mengucur deras lalu si sahabat tadi menghampiri si Raja dan berkata “SEMOGA INI BAIK”.

Mendengar kata tersebut dari sahabatnya, Si Raja naik pitam, dia emosi mendengar kata dari sahabatnya yang tidak menunjukkan sikap simpati dan empatinya kepad sang Raja. Kemudian Sang Raja memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakan sahabatnya ke dalam sel kerajaan.

Dan benar saja, sahabatnya  di bawa oleh para pengawal dan dia di kurung di dalam sel kerajaan. Sang Raja bertanya kepada pengawal yang tadi Ia suruh memenjarakan sahabatnya, “apa yang ia (sahabat sang Raja) katakan ketika kalian mengunci pintu penjara?” dan pengawalnya tersebut menjawab. “ia hanya mengucapkan “SEMOGA INI BAIK”.

Suatu ketika raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya dan ia tidak membawa sedikit pengawal. hari itu raja berburu di hutan yang berbeda, oleh karenanya Sang Raja tersesat di hutan tersebut. Sedangkan di hutan ini berpenghuni suku yang menyembah benda mati dan setiap mengadakan upacara ritual suku ini mengorbankan orang kepada sesembahannya tersebut.

Raja pun tertangkap oleh suku tersebut. dan dia akan dijadikan tumbal untuk sesembahan suku tersebut. namun saat di periksa didapati bahwa jari raja yang kurang lengkap akibat terpotong pada waktu berburu bersama sahabatnya dulu, Ketua suku tersebut menolak untuk menjadikan Raja sebagai  tumbal sesembahan. Sebab seseorang yang dijadikan tumbal sesembahan haruslah yang sempurna.

Raja kemudian dibebaskan dan kembali ke istananya. akhirnya siRaja menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. karena merasa bersalah si Raja membebaskan sahabatnya dari dalam penjara. dan raja bertanya “Ketika engkau mengatakan “Semoga Itu Baik, saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi di sembelih untuk sesembahan karena fisikku yang tidak sempurna, sekarang saat engkau di penjara, apakah kebaikan itu?”

sahabat mejawab “andai kata itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai tumbal sesembahan karena saya mempunyai fisik yang lengkap ”

di saat kita musibah menimpa kita sebaiknya kita tabah menghadapi karena kita tidak tahu ada hikmah apa yang terselip dari musibah yang menimpa kita. percayalah bahwa Allah itu Maha mengetahui Segala Sesuatu. so Optimislah!!

disadur dari Temen WA Akh Hoky

Baca Juga Nawak :

Pengunjung Yang Bijak Adalah Yang Meninggalkan Jejak. Monggo Dikomeng Y(^_^)Y

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s