Nglayap nang khayangan api karo nang waduk pacal

Izinkan ane lur, tuk berceloteh tentang touring ane di hari h+1 lebaran, ane bersama kakak  ane (kang heri setiawan) mempunyai rencana melakukan touring untuk sekedar melepas penat setelah seharian kemarin keliling kampung hanya untuk sekedar bersalaman dan mohon maaf kepada tetangga-tetangga. Setelah  disepakati bahwa kita akan berpetualangan di bumi angling dharma (bojonegoro) karena di kota tersebut denger-denger sih ada wisata khayangan api sama wisata waduk pacal. Setelah semua siap, kami berangkat menggunakan motor masing-masing, kang heri bersama anak dan istri menunggangi sang milestone-nya (sebutan untuk motor bajaj pulsar kang heri) sedangkan ane sama adik ane menunggangi  motor bebek Honda supra X 125 R alias sang creator, namun sayang untuk kakak ane yang perempuan kagak bisa ikut, katanya sih mau ke lamongan kerumah mertuanya untuk silaturrahim mumpung masih situasi lebaran.

Ya sudahlah gak apa-apa,setelah berparas sangar  dan semua safety  riding terpenuhi lalu meluncurlah kami untuk menuju kayangan api, perjalanannya sih biasa-biasa aja tapi jalanan agak padat soalnya banyak rider-rider laen yang berlalu-lalang maklum saja soalnya lebaran hari kedua yang masih dalam suasana silaturohim. Memasuki jantung kota bojonegoro jalanan masih lumayan padat namun ketika memasuki kawasan dander jalanan sudah kembali lancar, karena ane khawatir  bensin  kagak  cukup  terpaksa ane beli BBM di  SPBU Ngumpak Ndalem dan syukurlah antreannya tidak terlalu panjang. Setelah beli minum untuk sang creator  kami tancap gas menuju wisata pertama yaitu khayangan api, deru mesin pun terdengar dari  motor kami. Perjalanan mulai terasa menantang ketika memasuki  kawasan wisata khayangan api karena jaln yang rusak parah dan berlubang membuat kami kudu hati-hati dan waspada meskipun ane sudah berhati-hati namun  terkadang masih juga kena lubang.

Kira-kira  +  1 km sebelum  memasuki wisata khayangan api terdapat gapura yang bertuliskan “taman wisata khayangan api kecamatan Ngasem  kab Bojonegoro”. Tiket masuk wisata ini sangatlah murah kami berempat Cuma merogoh kocek rp.12000 jadi per orang dikenai biaya rp.3000. karena tiket yang terjangkau banyak sekali  para pengunjung yang memadati wisata tersebut.di wisata ini kami hanya berfoto ria  dengan berbagai objek yang ada, mulai dari paung dan juga api abadi. Disini tidak hanya terdapat api abadi saja tetapi ada juga air belerang yang jaraknya kira-kira 100 m dari api abadi atau yang lebih terkenal dengan sebutan air blukuthuk .  hanya satu jam saja kami di wisata ini, kemudian perjalanan kami lanjut menuju waduk pacal walaupun ane pake motor bebek  namun ane merasa enjoy.

Perjalanan menuju waduk pacal sangatlah seru bahkan lebih seru daripada perjalanan ke khayangan api soalnya medan yang dilalui sangatlah  menantang, mulai dari kelokan, turunan dan tanjakan yang behhhh…………ajib pokonya, dan juga eksotisnya hutan dan juga tebing  disekeliling jalan yang kami lalu yang membuat kami tercengang dengan keindahan alam ciptaan Allah inii. Kang heri sebagai leader perjalanan di posisi depan sedangkan kami berdua mengekorinya dari belakang. Yang membuat perjalanan makin seru yaitu kita semua belum pernah ke waduk pacal dan melalui  jalan ini, kang heri saja yang nota benenya sang  adventurer sejati yang  udah kesana kesini saja belum pernah kesini apalagi ane yang kerjaanya ngubek-ubek rumah mana pernah dolan  ke  waduk pacal. Namun syukurlah kang heri bawa GPS jadi bisa sampe deh ke waduk pacal.

Tak jauh berbeda dengan khayangan api disini harga tiket per orang dibanderol seharga  rp.3.000, sangat terjangkau bukan? Setelah memarkir sang creator ane dan rombingan bergegas menuju waduk yang menjadi judul lagunya kang yoto itu. Dan subhanallah ane kagak ngira kalu bojonegoro punya bangunan bersejarah kayak waduk pacal ini. Dilihat dilihat dari bentuk bangunannya sih seperti  bangunan tempo doeloe pada waktu zaman belande  (sok tau) bukanya sok tau nih lur tapi  disalah satu bangunan dituliskan tahun pembuatan waduk yaitu pada tahun 1933 nah diwaktu tersebut kan bangsa kite dijajah ame belanda (he….he…he….). oh ya lur kondisi air di waduk pacal  saat itu sedang surut soalnya musim kemarau  sehingga  ada beberapa bagian yang  ditanami padi.

Tak lupa juga disini kami beraksi didepan kamera alias foto ria , setelah berfoto ini itu,  kang heri pergi….eh tak taunya mau beli pentol alias cilok alias cireng atau apalah  yang kebetulan ada yang jual di situ. Nah… pentol sudah ditangan masing masing kini saatnya melahap sambil menikmati pemandangan sekitar . setelah makan kami mulai jalan mengelilingi  waduk pacal  sambil jalan kami juga mengabadikan setiap moment dengan kamera tangan yang ane bawa dan kami pun tiba disuatu tempat yang ada  gubugnya atau tempat beteduh, dan kamipun beristirahat sejenak sambil ngemil makanan ringan yang telah dibeli di jalan tadi.

Mungkin satu jam kami bercanda ditempat tersebut karena sudah terlalu siang akhirnya kami kembali menuju tempat parker karena belum inigin pulang akhinya kami beristirahat lagi di  tempat tersebut , mungkin karena  lelah atau capek kang heri tertidur lelap sedang ane bersama keponakan ane  bima maen ayunan sambil mendengarkan music yang dangdut dan lagu jonegoroan  lewat speaker yang dislay oleh operator. 30 menit setelah itu kang heri bangun dan mengajak kami to back home.

Pulang kami pun melewati rute yang sama , singkat cerita kami mampir di salah satu masjid di kota bojonegoro untuk sholat dhuhur plus sholat ashar, setelah sholat  kami melanjutkan perjalanan pulang dan berkeinginan untuk singgah dulu di warung bakso langganan kami di soko namun  kami semua belum beruntung soalnya wrung langgan bakso kami sudah tutup dan kami pun harus mencari warung bakso lain dan Alhamdulillah ada, tanpa ba bi bu  kami pun  duduk dan memesan bakso plus minumannya, perutpun kenyang kini kami melanjutkan perjalana pulang kembali yang tinggal 5 km menuju rumah, dan Alhamdulillah sampailah kami di rumah .

RELATED PHOTOS :

5 tanggapan untuk “Nglayap nang khayangan api karo nang waduk pacal

  1. Kemarin nih mas tepatnya tgl 2 november, ane juga habis nglayap dari waduk pacal. Karena udah masuk musim hujan jadi kondisinya ijo royo2, wuiiih luar biasa berpetualang disana terutama serunya ketika membelah hutan jati dan menikmati lika-liku serta naik turunya jalan. Kaya’ bukan di bojonegoro he he he……..subhanallah.

    Suka

Pengunjung Yang Bijak Adalah Yang Meninggalkan Jejak. Monggo Dikomeng Y(^_^)Y

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s