Beranda > informasi dekensa > OPRAK, yuk!!!

OPRAK, yuk!!!

sumber : googling

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan bebagai macam tradisi, budaya dan sebagainya, yang dapat kita jumpai pada saat bulan ramadhan ini, banyak  sekali tradisi-tradisi yang digelar untuk menyambut maupun memeriahkan bulan yang suci ini, diberbagai daerah baik itu di kota maupun di desa semua mempunyai cara tersendiri untuk menyemarakkan bulan nuzulul qur’an ini, begitu juga di desa ane, banyak sekali tradisi yang digelar untuk menyambut bulan puasa seperti  megengan, unggahan dll pokoknya banyak deh! Namun kali ini ane enggak  cerita panjang lebar soal itu namun ane akan mengupas  salah satu tradisi di desa ane, desa kenongosari, yang sering disebut oprak . apa itu oprak? mungkin itu adalah pertanyaan yang muncul di benak dulur-dulur semua ,karena ane yakin kata-kata itu masih asing ditelinga dulur semua.  okelah lurd! Ane kasih tau. Oprak merupakan salah satu tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh remas alias remaja masjid,surau atau langgar (biasa orang desa kami menyebutnya) yang bertujuan  membangunkan orang-orang untuk makan sahur, nah sudah tahu kan apa itu oprak?, saya yakin di semua daerah di Indonesia pasti ada tradisi demikian, mungkin yang beda Cuma namanya doang.

sumber : googling

Selain dikenal dengan nama oprak ada juga istilah lain seperti uklik atau klothekan. Untuk sejarah oprak, ane masih kurang begitu tahu nih, lurd! Soalnya udah dari dulu ada yang namanya oprak, waktu bapak gue masih kecil juga sudah ada oprak (mungkin peninggalan nenek moyang kaleee! He….he…he….). nama oprak diambil dari suara kentungan yang dimainkan secara bersamaan dan menghasilkan bunyi prak….prak…prakk…….dan semenjak itulah masyarakat sekitar desa kami memanggilnya oprak.

sumber : googling

Dulu ane juga pernah menjadi anggota oprak, lurd, ketika itu ane masih duduk dibangku kelas enam SD, namun sekarang ane udah enggak soalnya udah kagak pernah nginep di langgar lagi. Kalu dulu sih Biasanya ane dan anak-anak didesa kami memainkan oprak pada pukul 02.00 dengan berjalan kaki mengelilingi desa, dengan membawa seperangkat alat oprak yaitu kentungan , jerigen bekas, dan besi. Untuk kentungann yang dipilih harus mempunyai suara yang berbeda dengan yang lainnya agar enak didengar, sedang jerigen bekas digunakan sebagai penghasil suara dug atau istilahnya sebagai bedug lah, sedangkan besi bekas digunakan untuk menghasilkan suara ting. Nah kalau sudah semua alat music itu dipadukan maka timbulah suara yang enak didengar dan yang pasti rame untuk membangunkan orang-orang agar pada makan sahur.

Namun akhir-akhir ini banyak orang yang mempunyai tanggapan negative terhadap oprak, mereka berkomentar bahwa oprak hanya mengganggu tidur mereka (khususnya untuk mereka yang rumahnya dekat jalan ) mereka juga mengatakan begini”sekarang kan sudah ada alarm dan hp mengapa harus oprak lagi”. Kalau dipikir-pikir nih perkataan ini ada benernya juga lurd! Namun walaupun begitu  ane sebagai mantan anggota oprak tetap ngerasa kalau enggak ada oprak ramadahan kagak bakal rame. Setuju lurd????? Setujuu!!!!!. Dan syukurnya disetiap kali ane terbangun atau nglilir kata orang jawa , ane masih denger suara anak-anak yang meneriakan sahuur……sahurr…….sahuuuur…….dengan diiringi  suara pukulan alat-alat oprak. Dan ane juga bersyukur ramadhan kali ini lebih rame dibanding ramadhan tahun lalu

sumber : googling

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Pengunjung Yang Bijak Adalah Yang Meninggalkan Jejak. Monggo Dikomeng Y(^_^)Y

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: