Beranda > touring > ROAD TO KHAYANGAN API

ROAD TO KHAYANGAN API

Tak mudah ana lupakan pengalaman yang satu ini, pengalaman yang spektakuler dalam hidup ana. Ana enggak nyangka bias kumpul bareng sama komunitas –komunitas pulsar se Jawa timur atau juga bisa disebut AMBI JAWA TIMUR (asosiasi motor bajaj Indonesia).

Pada liburan sekolah , kakak ana Heri setiawan atau lebih akrab dikenal kang heri oleh temannya pulang kekampung halamannya (desa ana, red-) dengan motor pulsar 180cc, selidik asal selidik maksud ke pulangannya dikarenakan ada acara AMBI JAWA TIMUR di kota Bojonegoro, maklum jarak antara desa ana denga n kota Bojonegoro lumayan dekat karena desa ana terletak di perbatasan antara Kab. TUBAN dan Kab. BOJONEGORO.

Entah mimpi apa ana semalam? Ana enggak nyangka jika ana diajak kang heri ikut serta dalam acara tersebut, “pucuk di cita ulampun tiba” mungkin peribasa itu yang cocok buat ana sekarang….kwkwkwkwkwkwk…. ba’dal isya’ kami berangkat eiitttsss!!! Tak lupa kami pamit sama tiyang sepuh, bru setelah itu kami cabutt!!! Ketika melewati disepanjang jalan desa kami, tak henti-hentinya orang memandang ke kami, mungkin mereka kagum kalau enggak gitu ya! Heran dengan penampilan kami berdua yang terlihat “sangar plus macho”bak anggota American gangster ….he….he….he..

Kurang lebih 2 km panjang jalan yang telah kami lewati dan kini kami harus melewati sebuah jalan yang panjangnya kurang lebih 1 km yng dikelilingi sawah dan irigasi yang dikenal “angker” oleh masyarakat sekitar, yang membuat jalan ini terkenal angker yaitu dahulu di tahun 2007 telah trjadi pembantaian, si korban kepalanya ditimpuk pake’ batu sampai tewas kemudian mayatnya di benamkan di irigasi (sungai kecil) di pinggir jalan yang kami lewati tersebut disamping itu terdapat juga jembatan kecil yang konon katanya sering terjadi penampakan di sana, tapi kami sih santay aja kan kita diciptakan oleh ALLAH SWT untuk tunduk dan takut kepada-Nya bukannya takut sama yang begituan tetapi meskipun begitu kita wajib percaya bahwa sesuatau yang ghaib itu ada…. Betul enggak bro?….kwkwkwkwkwk…..

Setelah melewati devil street tersebut kang herimulai memacu sang milestone (julukan pulsar kang heri, red-) lebih kencang bagaikan angin dengan deruan suara mesin motor bajaj yang khas menambah semangat kami untuk mengarungi semua jalan.
Kuran lebih 40 menit perjalanan yang penuh rintangan tersebut kami tiba di Bojonegoro pukul 08.00 wib kemudian langsung terjun dengan komunitas motor bajaj yang sudah ter parkir rapi di sepanjang jalan di alun-alun kota Bojonegoro, karena acara masih lama ana menyempatkan untuk berpose didepan camdig kang heri untuk mengabadikan momen tersebut , disamping itu ana juga Tanya sama kang heritentang semua komunitas yang ada disana, baru itu ana tau jika kang heri tergabung anggota bikers GPC (GRESIK PULSAR CLUB),ada juga POC Surabaya, KOPROL Probolinggo, dan dari daerah laen di Jawa timur.

Setelah dirasa siap para rombongan moge ini digiring menuju tempat yang telah ditentukan yaitu khayangan api , suatu tempat wisata di Bojonegoro dengan api alami yang muncul langsung dari tanah. Rute dan medan menuju khayangan api tidaklah mudah kami harus melewati tikungan tajam , jalan bergelombang serta hutan yang gelap namun semua itu terbayar lunas ketika semua rombongan telah tiba disana, seperti kegiatan wajib ana tak lupa berpose didepan camdig untuk mengabadikan momen tersebut, kan jarang ana bias maen ke situ lagi.
Disana ada salah satubikers yang beratraksi melewati api dengan gaya yang unik, ada yang duduk sambil membakar ubi dan jagung, ada juga yang duduk sambil ngobrol ngalor ngidul dengan teman ceweknya atau mungkin istrinya, ada juga yang foto, pokoknya lengkap deh!!!…he…he…he…..

Tidak hanya api saja disana juga terdapat mata air belerang yang sudah berumur lama, setelah cukup puas menikmati itu semua teman-teman GPC minta pulang ya terpaksa ana pulang, tapi pengenya sih tetep disana tapikan kang heri heri enggak enak gitu sama temen-temen GPC, ya sudahlah enggak apapa!!akhirnya kami pulang bareng sama temen dari GPC, singkat cerita kami sampa di devil street, perasaan ana enggak enak soalnya ana lihat jam tangan kang heri menunjukkan pukul 01.00 wib, karena kang heri terlalu cepat dalam menunggangi sang milestone-nya sehingga dia tidak memperhatikan keadaan di sekitar jalan , hingga akhirnya ada kucing nyelonong dengan tiba-tiba seperti sudah reflek kang heri membanting stir dengan memgerem mendadak kontan saja ana kaget!! Tapi Alhamdulillah kami tidak terjatuh dari motor dan untungnya kang heri sudah lihai menguasai moge.
Lanjuut!!! Kang heri menarik gas. Suara knalpot pulsar 180cc mennggerang membelah sepinya devil street dan jalan-jalan desa kami dan Perjalanan kami berkhir di rumah tercinta. Amiiieeennnn………!!!!!!!!!!
INI CERITAKU, APA CERITAMU???

  1. 17 September 2011 pukul 3:58 am

    MATOH BRO

    Suka

  2. 20 September 2011 pukul 10:16 am

    mantebb dek…ayo latihan nulis blog😀

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Pengunjung Yang Bijak Adalah Yang Meninggalkan Jejak. Monggo Dikomeng Y(^_^)Y

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: