Arsip

Posts Tagged ‘sumber mata air krawak’

Ngluyur ke air terjun nglirip dan bendungan gerak

3 November 2012 3 komentar

Ahad, 28 Oktober 2012 merupakan hari dimana touring kedua ane bertepatan dengan liburan idul adha . kalau dulu touring pertama ane ke kota ledre dengan tujuan wisata ke waduk pacal dan khayangan api. Sedangkan untuk  touring kedua ane akan berkunjung ke salah  satu tempat wisata yang terletak di kota bumi angling dharma Bojonegoro. Namun bukan di khayangan api maupun di waduk pacal seperti touring pertama ane, tetapi di salah satu tempat wisata yang  juga terletak di bojonegoro dan di Tuban. Yang bikin beda dari touring kali ini yaitu kita mempunyai 2 tujuan wisata yang dua-duanya terletak di kabupaten yang berbeda, yaitu tuban dan  bojonegoro.

Dua tujuan yang akan kita tempuh yaitu : yang pertama air terjun nglirip, yang terletak di kec. Singgahan kab. Tuban. Dan tujuan yang kedua yaitu bendungan gerak yang ada di kec.Kalitidu kab.Bojonegoro. karena dua tujuan itu membuat kami berangkat lebih pagi, oh…ya…, di touring kali ini kita ketambahan personil, jika dulu touring pertama ada kang heri+istri, dan ane+ adik ane sekarang ditambah kakak perempuan ane+ suami.

indahnya sumber mata air krawak

Setelah semua perlengkapan selesai, Jam 07.15 kami berangkat dan bersiap untuk membelah jalan raya. Kang heri  berada di depan soalnya motor pulsarnya dilengkapi GPS  yang akan memandu kami semua menuju ke tempat tujuan, di nomor dua ada kakak ipar ane mas hardi dengan Honda supra 125R merahnya, dan yang terakhir ada ane dengan sang creator (nama motor bebek Honda 125R warna putih ane). Tujuan yang pertama yaitu ke air terjun nglirip. Jarak yang ditempuh lumayan jauh , kami harus melewati beberapa pasar tradisional, sekolah, dan berbagai sarana umum untuk menuju air terjun nglirit, dan juga di sekeliling jalan yang kami lalui selalu memberikan pemandangan yang “wow” banget.

Namun Kami harus waspada soalnya banyak juga belokan tajam dan tanjakan maupun turunan yang curam dalam rute yang kami lalui. Dari belakang ane tengok kang heri berhenti berarti pertanda kita telah sampai di  air terjun nglirip, namun ketika ane liat-liat sekeliling, ane tak menjumpai air terjun maupun mendengar suara dari air terjun. Kemudia kang heri bertanya-tanya kepada salah  satu warga sekitar untuk menanyakan hal tersebut. Dari percakapan tersebut diketahui bahwa wisata air terjun nglirit  ditutup sementara waktu soalnya debit air yang berkurang yang menyebabkan air tidak mengalir untuk membuat  air terjun.

Agar tidak datang dengan sia-sia kang heri mengajak kami untuk mengunjungi sumber mata air yang tidak terlalu jauh dari lokasi air terjun nglirit. Kemudian kami menyalakan mesin motor kembali dan bergegas pergi dan akhirnya sampailah kita semua  di sumber mata air yang terletak disebuah hutan yang rindang . kemudian kami membeli karcis seharga rp.3000 harga tersebut sudah termasuk tiket masuk. memang benar di tempat ini air mengalir dari sebuah lubang yang ada di kali tersebut sehingga membuat aliran air yang panjang yang akan membuat air terjun, namun karena masih kmusimkemarau air yang mengalir tidak terlalu deras. Disini mata kita akan dimanjakan dengan pesona alam yang ada, hutan yang rindang, air yang jernih sungguh memukau setiap mata yang memandang. Tidak hanya itu Ternyata banyak juga warga sekitar yang menjalani aktifitas sehari seperti mencuci dan mandi disumber mata air ini yang terkenal dengan sumber mata air krawak.

Tak lupa kami pun berfoto ria untuk mengabadikan momen indah ini sambil sesekali main air yang sangat jernih tersebut yang jelas beda banget dengan sungai bengawan solo yang ada di desa ane yang warnanya keruh he…..he…….he……., bahkan kedua keponakan ane Rama dan Bima juga malah bugil untuk mandi di kali yang jernih itu. Setelah semua puas bermain air kami semua bersepakat  untuk menuju ketempat wisata yang kedua yaitu bendungan gerak di kab.Bojonegoro.

Kami pun harus kembali merasakan kelokan-kelokan, tanjakan, dan turunan untuk menuju ke kota bojonegoro, setelah menempuh jarak kurang lebih 40 KM akhirnya kami sampai di sebuah bangunan yang megah dan terdapat sebuah jembatan yang lebarnya kurang lebih 3m dan panjangnya kurang lebih 150m  yang membentang diatas sungai terpanjang di jawa(bengawan solo). Dengan penuh rasa heran dan kagum Kami semua pun melintasi jembatanyang indah tersebut ,ane sendiri gak nyangka kalau ada bangunan seperti ini di kabupaten bojonegoro.

Setelah asyik bersepeda sambil lihat-lihat dari atas jembatan, kami semua turun ke bawah jembatan untuk melihat lebih jelas tanggul dan beton-beton yang berdiri kokoh untuk membendung air bengawan solo itu. Tak di sangka juga ternya banyak juga pengunjung yang datang kesini, terlihat sekali banyak mobil dan motor yang diparkir di bawah jembatan. Oh ya  untuk masuk di wisata ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Bendungan yang baru di resmikan oleh kang yoto (bupati bojonegoro) pada tanggal 16 oktober 2012 yang berarti 12 hari sebelum  kita berkunjung dan Peresmian tersebut mengundang  wali band dan juga beberapa artis lokal.

Sama seperti di nglirip, disini kami berpose untuk berfoto-foto dengan bendungan sebagai backgroundnya.  Di sekitar bendungan  juga terdapat tenda-tenda para pedagang yang mereka bangun untuk menjajakan makanan mereka kepada para pengunjung yang datang kesini. Setelah asyik foto sana-sini, ini dan itu kami berencana pulang dikarenakan matahari semakin terik bersinar.  Motorpun kembali kami pacu suara deruan 3 motor menambah asyik suasana , tapi tunggu dulu sebelum pulang kang heri mengajak rombongan untuk mengisi perut di sebuah warung bakso di kota bojonegoro.Baru setelah bersantap ria  dan perut terisi kami pulang kerumah.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.762 pengikut lainnya.